Etika Sikapi Sejarah Masa Lalu dan Bijaklah Menggunakan Medsos

Hermansyah
1.106 view
Etika Sikapi Sejarah Masa Lalu dan Bijaklah Menggunakan Medsos
Siak Warisan Budaya.

SIAK, datariau.com - Usaha mengulas sejarah masa lalu di setiap daerah selalu ada, begitu pula usaha menghapus sejarah dan jejak peradaban yang selalu ada dimana-mana. 

Dan berbagai macam alasan, dari alasan berselubung keagamaan, politis, komersial bahkan karena gatal tangan semata.

Catatan lama atau manuskrip, serta tinggalan sejarah dapat kita temui dan menjadi pintu awal dalam mengungkap sejarah. Sebaliknya, benda-benda itu dapat pula dihancurkan dengan maksud untuk mengaburkan jejak peradaban kita.

Tetapi nilai dan moral yang melekat pada benda-benda peninggalan tersebut tetap hidup serta budaya dan tradisi masa lalu masih tetap terjaga hingga saat ini.

Melihat dari beberapa peninggalan sejarah yang ada di Riau diantaranya seperti  Istana Asseraiyah Hasyimiah, Candi Muara Takus dan ratusan peninggalan Cagar Budaya saat ini merupakan saksi bisu dari Sejarah kita saat ini. 

Dan ini dapat kita baca dari berbagai sumber seperti karya Tom Pires, Leonard Andaya, Timothy Bernard tentang awal penjelajahan Benua Baru, penemuan peradaban, penjarahan, pergantian kekuasaan, kekerasan dan perkosaan atas kemanusiaan, nyanyi pujian kepada Yang Maha Besar, kolonisasi, penjajahan, dan pengaruh budaya (agama) Islam dan Kristen saling silih berganti. Begitulah sejarah kita.

Menyikapi banyaknya karya-karya tulis yang menjadi acuan, hendaklah kita bersama-sama sebagai pemerhati sejarah dapat menjaga norma-norma dalam berdebat dan berinteraksi dengan bijak.

Kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu dalam diskusi di media sosial merupakan kesalahan dan tak pantas untuk di ikuti.

Cacian, hinaan terhadap para Sultan yang merupakan leluhur kita bersama sangat kita sayangkan. Hendaknya adab dan adat dalam bertutur kata meski dijaga.

Jangan kita hanyut dalam sejarah masa lampau, jangan buat Riau ini terpecah belah, isu perjuangan sejarah daerah kita sangat riskan, sebagai salah satu contoh kasus yang terjadi di Papua yang mempunyai kesamaan dengan Riau.

Kita boleh bangga akan sejarah yang tersebar di Sumatera, namun sejarah masa lalu bukan untuk saling ejek juga saling cela. Kedepan kita berharap perdebatan dalam pandangan sejarah jangan sampai terulang kembali, agar tidak berlanjut ke ranah hukum.

Dadang Irham yang aktif dalam sejarah Pekanbaru mengatakan kita boleh berbangga dengan kebesaran sajarah leluhur, tapi kita tidak boleh hanyut dalam sejarah masa lalu, karena sejarah masa lalu hanya dapat menjadi pembelajaran bagi kita dan generasi yang akan datang.

"Jangan kita jadikan sejarah masa lalu sebagai pemecah belah diantara kita, bukan pula menjadi alat untuk saling ejek (cela) dan caci maki, menghina sejarah dan leluhur satu darah seharusnya menjadi tali jalinan silaturahim persatuan," sebut dia.

Ketuku batang ketakal

Ketiga si keladi mayang

Sesuku kita seasal

Senenek kita semoyang

Kedepannya, kata Dadang, kita harapkan hendaklah bijak kiranya kita semua dalam menggunakan media sosial, jadikan ia (medsos) sebagai perekat persatuan tempat mencari ilmu dan persahabatan serta tempat berbagi informasi dan saling mengisi segala kekurangan.

"Jangan ada lagi penghinaan dan caci maki yang nantinya berujung pada permusuhan dan dapat saja berlanjut ke ranah hukum," imbuhnya.

Kemudian berlanjut pada pemilik akun Facebook Menara Melayu, menurut Wan Putra komentar itu mengandung SARA dan dapat menimbulkan konflik baru di Riau.

"Kami atas nama masyarakat Siak mengutuk keras dan meminta klarifikasi kepada pemilik akun Facebook  nama Menara Melayu. Kami menilai ujaran yang mengandung SARA ini dapat menimbulkan konflik baru," tandas Wan.

Seandainya dalam waktu 2x 24 jam, kata Wan, tidak ada tanggapan dan klarifikasi atas komentar tersebut, kami akan menempuh jalur hukum, Ahad (8/9/2019) petang.

Wan Putra

Siak Warisan Budaya

Pemerhati sejarah

Penulis
: Wan Putra
Editor
: Hermansyah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)