Doktrin Kiamat Sebabkan 10 Siswa 'Menghilang' dari Sekolah

datariau.com
605 view
Doktrin Kiamat Sebabkan 10 Siswa 'Menghilang' dari Sekolah
Foto: Kumparan.com
DATARIAU.COM - Kepergian 16 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, yang pergi mendadak ke Malang karena ada doktrin kiamat juga diikuti oleh anak-anaknya. Ada 10 siswa Sekolah Dasar (SD) dari 52 warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, yang ikut hijrah ke Malang dan membuat mereka tidak masuk sekolah.

"Ya ada 10 siswa yang absen di sekolah kami. Mereka mendadak hilang. Ya karena memang mengikuti orang tuanya ke Malang," kata Taman, salah satu guru SDN 2 Watubonang, kepada jatimnow.com, Kamis (14/3).

Menurutnya, ke-10 siswa tersebut tidak pamit secara resmi ke sekolah. Mereka juga tidak mengurus kepindahan ke sekolah lain.

"Tidak pamit, tidak minta pindah sekolah juga. Menghilang begitu saja," terang wali kelas 6 ini.

Bahkan, dari 10 siswa tersebut terdapat 3 siswa yang terancam tidak dapat mengikuti ujian nasional. Karena ketiga siswa tersebut merupakan siswa kelas 6 SD.

"Ya sangat kami sayangkan. Apalagi mendekati ujian seperti ini," ujarnya.

Ia menjelaskan ke 3 siswa kelas 6 SD yang hijrah ke Malang tetap bisa mengikuti ujian. Dengan syarat mereka kembali ke Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, dalam waktu dekat.

Sebelumnya, kepergian 52 warga tersebut dibenarkan oleh Perangkat Desa Watubonang, Sogi. Selama kurang lebih sebulan ada 16 kepala keluarga (KK) yang pindah. Dari 16 KK tersebut, 2 KK dari Dusun Gulun dan 14 KK dari Dusun Krajan.

"Ada 52 warga, 23 perempuan, dan 29 laki-laki. Sembilan di antaranya anak-anak yang tidak tahu apa-apa," terang Sogi kepada jatimnow.com, Rabu (13/3). (*)
Sumber
: https://kumparan.com/jatim-now/10-siswa-menghilang-dari-sekolah-akibat-doktrin-kiamat-di-ponorogo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)