Sukses Kelola BUMDes

Desa Sungai Meranti Wakili Bengkalis Ke Tingkat Nasional

Bambang
1.035 view
Desa Sungai Meranti Wakili Bengkalis Ke Tingkat Nasional
Ist
Kepala Desa Sungai Meranti, Pinggir Bengkalis Basma Adam.

BENGKALIS, datariau.com - Desa Sungai Meranti, Kecamatan Pinggir diusulkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau sebagai Desa yang mewakili kabupaten ketingkat nasional dalam ajang Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2019.

Desa yang tergabung dalam cluster III gerbang Permata Kabupaten Bengkalis itu, dinilai sukses dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keberhasilan tersebut tak lepas dari kerja keras dari tangan dingin Kepala Desa, Basma Adam. 

"BUMDes telah optimalkan, dengan mengelola 2 unit jasa, yaitu pertokoan bangunan dan pengoptimalan UED (Usaha Ekonomi Desa-red) Simpan Pinjam," kata Basma Adam, usai pembukaan Bursa Inovasi Desa cluster III di Duri, Kamis (8/8/2019).

Menurut Basma, keberhasilan Pemerintah Desa Sungai Meranti tak lepas dari partisipasi dan kepedulian warga dalam memajukan daerah tersebut. Ini dibuktikan dengan tunggakan UED-SP yang merupakan jantung ekonomi kerakyatan yang terus mengecil.

"Sekarang angka tunggakan hanya 0,2 persen. Angka yang menurun drastis. Berkat pastisipasi warga untuk membangun desa," katanya.

Selain mengoptimalkan administrasi, Basma Adam juga memperindah 'wajah desa' dengan program lingkungan dan pembinaan masyarakat. "Program magrib mengaji di Sungai Meranti telah berjalan setiap hari. Itu merupakan pembinaan SDM yang lebih baik," ujarnya. 

Sebagai pemimpin, Basma Adam terus mengupayakan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Fokus kita terus pembenahan tatanan pemerintahan dan renovasi program yang lebih baik," ungkapnya. 

Sebagai desa unggulan dibidang terobosan ekonomi, Sungai Meranti pernah dikunjungi rombongan Anggota DPRD Kabupaten Kampar untuk studi banding tentang BUMDes. 

Dari program yang telah berjalan, tahun 2022 nanti, Kepala Desa menargetkan Desa Sungai Meranti mampu meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari potensi desa yang telah dikembangkan melalui Program Inovasi Desa tersebut sebesar Rp 700 juta pertahun.

"Ini target kita dengan usaha BUMDes yang telah berjalan, mudah-mudahan lancar dan menjadikan desa yang lebih baik. Ya minimal terbaik se-Provinsi lah," ujarnya optimis.

Program Inovasi Desa mulai Juni 2019 memasuki tahapan penting dalam siklus kegiatan tahunannya, yakni pelaksanaan Bursa Inovasi Desa (BID).

Program yang diinisiai oleh Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPMD) Taufik Madjid ini merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa, dan merupakan media belajar bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk memperoleh informasi (referensi) yang dapat mendukung pembangunan desa.

Adanya BID membuat pemerintah desa memiliki referensi dalam merencanakan dan menjalankan pembangunan desa, serta menggunakan Dana Desa secara lebih optimal, inovatif dan berkualitas.(panji)

Penulis
: Panji ahmad syuhada
Editor
: bambang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)