DLH Rohil Verifikasi Rumah Sakit Ibunda Terkait Limbah, Ini Hasilnya..

Datariau.com
548 view
DLH Rohil Verifikasi Rumah Sakit Ibunda Terkait Limbah, Ini Hasilnya..
Foto: ilustarsi

BAGANBATU, datariau.com - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir melakukan Verifikasi pengaduan dan pengawasan ketaatan terhadap peraturan Perundangan di bidang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup di Rumah Sakit Ibunda, Rabu (06/3/2020) lalu.

Dimikian hal ini sampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rokan Hilir Suwandi SSos melalui Kasi Penegak Hukum Lingkungan DLH Rohil, Carlos Roshan ST kepada datariau.com.

Carlos menjelaskan, sebelum melakukan verifikasi melakukan Pertemuan pendahuluan, yaitu Koordinasi dengan Pihak Kecamatan Bagan Sinembah dan Kelurahan Bantera Makmur Kota, kemudian Pertemuan dengan pihak RS ibunda yang diwakili oleh drg. Rudi Kriswanto Lubis selaku direktur RS. Ibunda dan Wahyudin Azza, S.Kep selaku MGR Umum.

Selain itu melakukan Pemeriksaan terhadap dokumen lingkungan hidup dan perizinan yang terkait.  Selanjutnya Melakukan pemeriksaan gudang/tempat penyimpanan B3, Melakukan pengawasan sumber-sumber limbah B3, Melakukan pemeriksaan tempat penyimpanan limbah B3, Melakukan pemeriksaan sumber-sumber pengeluaran air limbah, Melakukan pemeriksaan sarana pengelolaan air limbah.

Kemudian, melakukan pemeriksaan pelaksanaan SOP pengoperasian instalasi pengelolaan limbah (IPAL), Wawancara dengan pihak-pihak terkait, Pengambilan foto/video di semua lokasi, Pengambilan Sampel Air Limbah, Pengambilan Sampel Udara (kebauan).

Selanjutnya itu, melakukan pertemuan penutup dari verifikasi tersebut di atas telah ditemukan fakta-fakta sebagai berikut.

Pertama Informasi umum, Jenis usaha dan/atau kegiatan RS ibunda adalah fasilitas pelayanan medis tipe с. Kedua, Lokasi usaha berada di Jl. Lintas Riau Sumut KM 4 Kelurahan Bahtera Makmur Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir.

Yang ke tiga, RS Ibunda berdasar dokumen lingkungan tahun 2017 dalam melakukan kegiatannya menempati lahan seluas 1.840 m. Ke empat, RS. Ibunda memiliki jumlah karyawan 56 orang dengan waktu jam kerja 8 jam/hari yang dibagi selama 6 hari kerja. Kemudian Rs Ibunda perlihatkan Perizinan dan dokumen lingkungan mereka.

Carlos menambahkan,  pihak RS BUNDA mengajukan surat nomor 002/DIR-RSIBN1/19 tanggal 10 Juni 2019 perihal permohonan Pembahasan Kajian Pembuangan Air Limbah RS. Ibunda kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir.

Kemudian, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir Menanggapi pengajuan permohonan pembahasan kajian pembuangan air
limbah RS Ibunda melalui surat Nomor 660/DLH-PPLH/2019/342 tanggal 22 Agustus 2019 perihal Tindak Lanjut Permohonan Pembahasan Kajian Pembuangan Air Limbah. Pihak RS. Ibunda diwajibkan untuk melakukan perbaikan dokumen kajan pembuangan air limbah.

Selain itu, RS. Ibunda tidak membuat dan melaporkan pelaksanaan RKL/RPL untuk pelaksanaan RKL RPL Semester I dan II Tahun 2019. Kemudian, RS. Ibunda tidak membuat dan melaporkan pengelolaan limbah B3 Triwulan III dan IV Tahun 2019.

PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

Pihak RS Ibunda mengambil air untuk keperluan operasional dari sumur bor. Selanjutnya, RS Ibunda melakukan pengolahan air limbah yang berasal ruang operasi dan persalinan, ruang gizi, ruang laundry, ruang laboratorium, ruang radgi.

Kemudian, Air limbah domestik dari kamar mandi ruang rawat inap dan kantor rumah sakit, westatel poly obeyn, westafel ruang rawat jalan, westafel poly gigi dibuang langsung ke paritalar. Dan RS Ibunda memiliki instalasi pengolahan air limbah dengan kapasitas 0.625 m 3 jam.

Selanjutnya itu,  RS Ibunda membuang air limbah dari outlet IPAL ke pant alam, kemudian RS Ibunda telah memiliki alat ukur debit harian air limbah,  RS Ibunda  tidak memiliki plank titik penaatan di Outlet IPAL, RS Ibunda  belum melakukan pencatatan debit dan Ph harian air limbah dan  RS Ibunda telah memisahkan saluran pembuangan air hujan dengan saluran pembuangan air limbah dan juga  RS Ibunda  telah membuat saluran pembuangan air limbah yang kedap air.

Adapun Proses izin pembuangan air limbah RS Ibunda dalam tahap pembuatan kajian pembuangan air limbah ke sumber air Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3).

Kemudian, Status Perizinan Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3), RS Ibunda mempunyai izin Tempat Penyimpaan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3). Kemudian,  Sebagian limbah B3 yang dihasilkan disimpan dalam suatu bangunan yang difungsikan sebagai Tempat Penyimpanan Limbah B3.

Selain itu, Status Data Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3), RS Ibunda melakukan pencatatan keluar masuknya Limbah B3, RS Ibunda memiliki perjanjian kerjasama pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) dengan pihak ketiga yang berizin yaitu dengan PT. Biuteknika Bina Prima. Kemudian Status ketaatan Terhadap Pelaporan RS Ibunda  tidak membuat dan melaporkan realisasi kegiatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun setiap 3 (tiga) bulan sekali kepada instansi
terkait.

"Itulah hasil Verifikasi Dinas Lingkungan Hidup Rokan Hilir di Rumah Sakit Ibunda. Hasil Vefikasi pengaduan dan temuan fakta-fakta tersebut telah diketahui dan dibenarkan oleh pihak Rumah Sakit Ibunda. (*)

Penulis
: Tim Redaksi
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com