Besok, Aksi Bela Islam Digelar, Masjid Agung Annur Pekanbaru Jadi Titik Kumpul

Ruslan
1.322 view
Besok, Aksi Bela Islam Digelar, Masjid Agung Annur Pekanbaru Jadi Titik Kumpul
Abdul Kadir
Segenap Pengurus Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Riau.

PEKANBARU, datariau.com - Terkait aksi pembakaran panji berlafazkan kalimat tauhid oleh oknum Banser di Garut, Jawa Barat, membuat sejumlah umat Islam geram. Termasuk di Riau. 

"Perlu kita tegaskan bahwa yang dibakar itu bendera Rosulullah bukan bendera ormas tertentu. Membakar bendera Rosulullah sama dengan menghina Islam," kata Heru Susanto Sekretaris GMMK menjawab datariau.com, Rabu (24/10).

Terkait aksi pembakaran panji berlafazkan kalimat tauhid tersebut, sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Riau akan menggelar aksi Bela Islam besok (hari Kamis-red) ba'da Zuhur yang dipusatkan di Masjid Annur Pekanbaru.

"Untuk itu, mari sama-sama kembali melakukan aksi bela Islam. Kita berharap pelaku ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku, bukan hanya sekedar minta maaf," sebutnya.

Di tempat terpisah, Hengky Primana Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Riau mengaku, dirinya bersama mahasiswa UIR akan turut serta menuntut agar oknum pembakar bendera Rosulullah itu ditindak tegas.

"Tentunya untuk membela Islam kita tunjukan bahwa Islam itu kuat," sebut mahasiswa yang pernah menjadi Gubernur BEM FKIP UIR itu.

Menanggapi aksi tersebut, Anashri Al Mukhti Gubernur BEM FAI UIR mengaku, dirinya bersama Mahasiswa Fakultas Agama Islam akan turut serta membela Islam.

"Insyaa Allah anggota BEM dan mahasiswa FAI ikut, karena kita Fakultas Agama Islam ngga mungkin ngga ikut membela agama Allah," sebut mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam itu.

Anasri mengaku, hatinya sangat tergerak untuk membela Islam, terutama saat agama Allah dihina oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Ini adalah alasan utama ketika nanti di akhirat ditanya mengenai apa yang sudah dilakukan ketika agama Allah ini dihina," sebut mahasiswa kelahiran Selatpanjang 29 Juli 1993 itu.

Anasri sangat menyesalkan perbuatan oknum Banser yang telah melukai hati umat Islam terutama di Riau.

"Kita menuntut agar ada proses hukum yang diberikan kepada pelaku supaya muncul efek jera," sebutnya.

Hal senada diungkapkan Hana Jacinda Aldiga Wakil Gubernur BEM Fakultas Psikologi UIR, aksi bela Islam jilid II tersebut merupakan bentuk kecintaan umat terhadap agama Islam. 

"Tentunya aksi ini sebagai bentuk kecintaan umat Islam terhadap tindakan pembakaran bendera berlafazkan tauhid kemarin," pungkasnya. (Abd).

Penulis
: Abdul Kadir
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)