Begini Kronologis 2 Bocah Tewas Tengalam di Inhu

datariau.com
710 view
Begini Kronologis 2 Bocah Tewas Tengalam di Inhu
Foto: Rolijan
Kondisi salah satu bocah korban tenggelam.

INHU, datariau.com - Dua bocah korban tenggelam ditemukan meninggal dunia pada hari Sabtu (10/11/2018) lalu sekira pukul 11.00 Wib, setelah sebelumnya tenggelam akibat banjir di Dusun Mekar Jaya RT 009 RW 005 Desa Kuala Cenaku, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Inhu.

"Korban bernama Umar Sari Maulidani umur 11 bulan, anak dari pasangan Reno Saputra dan Syarifah Mutiah," ujar Kapolres Inhu AKBP Damin Ginting SIK melalui Paur Humas Polres Inhu Bripka Misran kepada wartawan, kemarin.

Kejadian naas itu terjadi ketika ibu korban hendak mandi serta menitipkan korban kepada neneknya yang bernama Agustina. Saat itu, korban sedang bermain di dalam rumahnya depan televisi dan sang nenek menyeterika pakaian.

Selang beberapa lama kemudian, sang nenek sudah tidak melihat cucunya. Karena itu, dia langsung mencari dalam rumah, namun tidak juga ditemukan. Sang nenek bersama ibu korban langsung mencari keluar rumah diikuti tetangga sebelah rumah.

Sekira pukul 11.30 Wib, korban akhirnya ditemukan Dewi, tetangga korban tepat di samping pintu bawah rumah korban yang tergenang air dengan kedalaman sekitar 50 centimeter.

"Korban langsung dibawa ke Puskesmas Kuala Cenaku untuk memperoleh pertolongan. Begitu sampai di Puskesmas, korban sudah dinyatakan meninggal dan dibawa kembali ke rumah duka," terang Humas.

Pada hari yang sama, seorang anak juga tenggelam dan ditemukan meninggal dunia di Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat.

Korban bernama Dimas Febrianto (7 tahun), warga RT 07 RW 04 Dusun Desa Kuba, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu. Korban merupakan anak dari pasangan Sugiarto dan Iis Rumansyah.

Korban awalnya bersama ibunya dan Endah kakak korban saat itu pergi menuju Jalan Teluk Erong, Kelurahan Kampung Dagang untuk bermain. Karena di lokasi tersebut terendam banjir, sehingga banyak warga menjadikannya tempat bermain. Saat sedang asik bermain air, Endah meminta korban untuk tidak terlalu bermain ke tengah.

"Tidak lama kemudian, sekira pukul 17.00 Wib Endah melihat ada tangan orang yang terseret arus air banjir. Namun dia tidak mengira kalau itu adalah adiknya. Seketika Endah pergi mencari ibunya dan menanyakan keberadaan korban. Tetapi sang ibu juga tidak mengetahui keberadaan korban," terang Humas.

Endah kemudian memberitahukan kepada warga bahwa adiknya tenggelam. Setelah dilakukan pencarian, salah seorang warga bernama Supriono dan warga menemukan korban tersangkut di batang pohon.

"Korban langsung dibawa ke Klinik Medisra, namun setelah diperiksa diketahui korban sudah meninggal dunia," pungkas Paur Humas Polres Inhu Bripka Misran.

Penulis
: Rolijan
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)