Atlet Angkat Berat Persembahkan Dua Medali untuk Indonesia

822 view
Atlet Angkat Berat Persembahkan Dua Medali untuk Indonesia
Detik.com
Sriyanti Atlet Angkat Berat Peraih Medali Perak
JAKARTA, datariau.com - Atlet angkat besi Sriyanti dan Ni Nengah Widiasih sumbangkan medali perak dan medali perunggu  untuk Indonesia dalam ajang Asian Para Games 2018, Kamis (11/10/2018).

Tampil di Balai Sudirman Jakarta Sriyanti harus puas dengan medali perak di kelas 86 kg. Dia kalah tipis dengan wakil Korea Selatan, Lee Hyungjung.

Sriyanti membukukan angkatan terbaik 118 kg. Angka itu setara dengan pencapaian peraih medali emas Hyunjung. Tapi, Sri memiliki bobot lebih berat ketimbang atlet dari negeri Ginseng itu.

Sri pun harus puas dengan posisi runner up. Sementara, peraih medali perunggu menjadi milik wakil Filipina, Adeline Ancheta, yang hanya mampu mencatat angkatan terbaiknya 107 kg.

"Senang tapi sedikit ada rasa kecewa  juga karena kalah di berat badannya. Sakit hati lah tapi semoga ke depan lebih baik lagi," ucap Sri usai pengalungan medali.

Sri menambahkan sempat salah strategi ketika bertanding.

"Tadi sempat salah strategi saat di angkatan pertama. Ditulis 114 kg padahal seharusnya 118 kg dan waktu mau ganti sudah ditutup. Jadi ya sudah. Untungnya di angkatan berikutnya berhasil juga," tambahnya.

Di kelas berbeda, di atas 86 kg, Ni Nengah Widiasih, hanya mampu berada di peringkat ketiga. Gagal di angkatan pertama 95 kg, Ni Nengah berhasil di angkatan kedua dengan berat yang sama. Namun di angkatan ketiga dia gagal ketika akan menjajal berat 97 kg.

Sementara, emas direbut atlet China Zheng feifei, dengan angkatan 139 kg. Feifei memecahkan rekor Asia milik lifter China, Fengmei Li, di Jepang 2018. Angkatan terbaiknya 138 kg. Dan game record yang sebelumnya dimiliki lifter China juga, Xue mei Dung, pada saat Asian Para Games 2014 Incheon. Angkatannya 112 kg.

"Angkatan pertama itu gagal karena saya memantulkannya dua kali ke dada. Harusnya sekali tekel kemudian naik. Sempat berpikir aduh kok bisa tapi saya berpikir masih ada kesempatan di angkatan kedua dan berhasil. Tapi malah angkatan ketiganya saya terlalu lama akhirnya gagal juga," kata Nengah.

Nengah merasa bersyukur dengan medali peruggu yang diraihnya.

"Ini di luar dugaan saya karena awalnya tanpa target. Bersyukur banget bisa mendapat perunggu di sini," ujarnya.


Editor
: Dhika
Sumber
: detik.com
Tag:Olahraga
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)