Ambil Upah Melangsir Kayu Olahan, 2 Warga Bengkalis Jadi Tersangka

Bambang
358 view
Ambil Upah Melangsir Kayu Olahan,  2 Warga Bengkalis Jadi Tersangka
Foto istimewa
Barang bukti 2 ton kayu olahan ilegal yang berhasil diamankan

BENGKALIS, data riau.com - Gara-gara mengambil upah melangsir kayu olahan ilegal, dua warga Kabupaten Bengkalis harus berurusan dengan polisi.

Keduanya adalah Sa (26), warga Jalan Pelita Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat, dan RS (43), warga Jalan Kampung Jawa Desa Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Medang. Kini, keduanya masih mendekam dalam jeruji besi sambil menunggu proses pelimpahan perkara untuk dimejahijaukan.

Kapolres Bengkalis, AKBP Sigit Adiwuryanto melalui Kasat Reskrim, AKP Andre Setiawan menyebutkan, keduanya ditangkap saat membawa 2 ton kayu olahan di aliran Sungai Penebak Kampung Jawa, Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat, Senin (10/2), sekira pukul 12.30 WIB.

Menurut Kasat Reskrim, pengungkapan kasus ilegal loging ini berawal dari informasi masyarakat bahwa sering terjadi pembalakan liar atau mengangkut kayu dari hutan tanpa dilengkapi dokumen sah dari hutan yang terletak di Kampung Jawa Kelurahan Batu Panjang. Untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut, lalu Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Bengkalis beserta anggota langsung melakukan penyelidikan lapangan.

Upaya petugas menelusuri arus Sungai Penebak ternyata tidak sia-sia. Dua orang warga yang sedang membawa kayu olahan langsung diamankan.

"Saat diintrogasi, kedua pelaku juga mengakui bahwa mereka membawa 2 ton kayu olahan jenis meranti. Dan, pekerjaan melangsir tersebut mereka lakukan atas perintah NN dengan upah Rp.250.000 per ton. Saat itu juga pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Bengkalis guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, " kata Kasat Reskrim.

Meski keduanya hanya bekerja sebagai penerima upah angkut atau melangsir, namun berdasarkan hasil lidik, olah TKP, keterangan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti dan hasil gelar perkara, kasus ini dapat ditingkatkan menjadi penyidikan dan menetapkan keduanya sebagai tersangka pelaku tindak pidana ilegal loging.

"Keduanya diancam dengan Pasal 83 Ayat (1) huruf a Jo Pasal 98 Ayat (1) Undang-Undang No.18 Tahun 2013, tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Perusak. Sementara sang pemilik berinisial NN, kini telah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang)," singkat AKP Andre Setiawan. (ndi)  

Penulis
: Riswandi
Editor
: Syamsidir
Sumber
: datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com