Pj Sekda Jamaluddin Giat Bimtek dan Evaluasi Pengembangan Smart City Siak

Datariau.com
372 view
 Pj Sekda Jamaluddin Giat Bimtek dan Evaluasi Pengembangan Smart City Siak
Foto: Hermansyah
Bimtek Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Smart City Kabupaten Siak tahun 2020.

SIAK, datariau.com - Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H Jamaluddin membuka kegiatan  Bimbingan Teknis Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Smart City Kabupaten Siak tahun 2020 yang dilaksanakan di Ruang Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak, Rabu (26/2/2020) kemarin.

Bimtek monitoring kegiatan ini dihadiri dari Perwakilan Kementerian Kominfo Profesor Hary Febriansyah, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Siak Arfan Usman, Pimpinan OPD, beserta tamu undangan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H Jamaluddin menyampaikan, Kabupaten Siak ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai salah satu 25 kabupaten/kota yang dijadikan Pilot Project Smart City di Indonesia pada Mei 2017 lalu. 

Dimana 25 kabupaten/kota yang ditunjuk pada tahun 2017, kemudian pada tahun 2018 lalu ditambah lagi 50 kabupaten/kota dan pada tahun 2019 lalu juga menjadi 100 kabupaten/kota Smart City di Indonesia. 

"Smart City Siak yang di motori masing masing OPD tergabung dalam dewan dan tim Smart City Siak telah berjalan tiga tahun. Bila di bandingkan dengan 25 kabupaten/kota pertama, Siak yang termasuk baik perkembangannya dalam pelaksanaan Smart City ini," kata Jamal. 

Oleh sebab itu, sebut Jamal, setiap tahunnya ada pendampingan juga bimbingan yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo kepada 100 kabupaten/kota yang telah ditetapkan sebagai Kota Smart City ini.

Smart City tidak hanya berbicara tentang teknologi, lanjut Jamal, namun bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada di daerah itu sendiri secara cerdas, demi memberikan manfaat yang sebesar besarnya terhadap masyarakat. 

Konsep Smart City ini juga sejalan dengan misi Kabupaten Siak, dalam mewujudkan destinasi pariwisata yang berdaya saing juga mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, serta pelayanan publik yang prima.

"Berbagai program dan kegiatan telah dijalankan untuk mewujudkan visi ini termasuk diantaranya meningkatkan destinasi wisata yang telah ada, jadi kita sudah memanfaatkan Smart City ini kedalam program pengembangan pariwisata kita, yakni Pesona Siak," ujarnya.

Jadi dengan aplikasi Pesona Siak ini setiap orang dapat mengetahui bagaimana perkembangan pariwisata di Kabupaten Siak ini. Dan telah memberikan manfaat kepada Kabupaten Siak.

Kegiatan lainnya yang dapat dijalankan termasuk diantaranya, dalam melaksanakan tata kelola Pemerintahan Siak juga telah menggunakan e-Planing dalam merencanakan pembangunan.

"Jadi setiap perencanaan yang kita lakukan di masing masing OPD yang mulai dari tingkat terbawah, tingkat kampung, kemudian tingkat kecamatan yang saat ini sedang kita laksanakan telah menggunakan aplikasi e-Planing. Begitu juga dalam tata kelola keuangan kita sudah menggunakan aplikasi e-Budgeting," jelasnya.

Dilain pihak Perwakilan Kementerian Kominfo Hary Febriansyah menyebutkan, Kabupaten Siak bukan karena pemberian atau hal yang cuma cuma mendapatkan kesempatan pada tahun 2017 menjadi salah satu kabupaten terpilih, bersama kabupaten/kota lain di Indonesia untuk ikut program 100 Smart City di Indonesia.

"Jadi ini merupakan hasil karya kerja keras bukan pemberian atau hadiah dari Kementerian Kominfo mengenai layak atau tidaknya Siak untuk ikut dalam program ini, karena di Indonesia hingga sekarang lebih kurang ada 450 kabupaten/kota dan Kabupaten Siak sebanyak 25 kabupaten/kota terpilih pada tahun 2017," ucapnya.

Ini merupakan suatu prestasi yang sangat membanggakan, sambung Hary, terlebih lagi boleh dikatakan usia Kabupaten Siak masih remaja karena pemekaran pada tahun 2000 dan 2017, dan 17 tahun itu masih tergolong remaja dan dapat mengalahkan kabupaten/kota yang telah senior sebelumnya. 

Kabupaten Siak sangat layak menjadi salah satu kabupaten contoh mengenai penerapan Smart City. "Untuk monitoring evaluasi dilakukan sejak tahun 2018, walaupun programnya secara resmi telah selesai tahun 2019, karena program dari Kementerian Kominfo itu hanya tiga tahun," imbuhnya.

Untuk monitoring evaluasinya ini akan berjalan hingga tahun 2022, karena tahun 2019 itu adalah kabupaten/kota terakhir dari 100 kota. Dan karena Kabupaten Siak telah ikut pada tahun 2017, maka akan ikut sampai tahun 2022 lebih kurang untuk monitoring evaluasinya. (Eman)


Penulis
: Hermansyah
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:Siak
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)