Menuju WBK, Lapas Pekanbaru Jadi Pilot Project Stranas PK di Riau

Bambang
705 view
 Menuju WBK, Lapas Pekanbaru Jadi Pilot Project Stranas PK di Riau
datariau.com
Kalapas Kelas IIA Pekanbaru berfoto bersama wartawan

PEKANBARU, datariau.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru saat ini menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) yang merupakan pilot project WBK Lapas di Provinsi Riau.

Bahkan, penilaian WBK Lapas Kelas IIA Pekanbaru dilakukan langsung oleh lembaga anti rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombudsman RI.

"WBK Lapas Kelas IIA Pekanbaru merupakan program Stranas PK (Strategis Nasional Pencegahan Korupsi) yang penilaiannya dilakukan oleh KPK dan Ombudsman RI serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Program ini merupakan keputusan Presiden," ucap Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yulius Sahruzah, Bc.IP,SH, MH kepada wartawan, Senin (26/8/2019) kemarin.

Untuk memuluskan program tersebut, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap oknum petugas Lapas yang kedapatan masih bermain - main meminta dan melakukan pungutan di luar ketentuan dan aturan yang berlaku.

"Kalau ada petugas saya yang bermain - main silahkan laporkan saja kepada saya. Akan kita beri sanksi. Kemudian, supaya kelakuan nakal oknum tersebut lenyap di Lapas ini, maka secara pelan - pelan kami sudah mulai merubah pola fikir mereka agar tidak melakukan perbuatan meminta - minta kepada warga binaan maupun keluarganya. Dan syukurlah ini sudah berjalan baik," tegas Yulius.

Dikatakan Kalapas, untuk mewujudkan WBK tersebut, pihaknya tidak hanya merubah pola fikir petugas saja tetapi budaya masyarakat yang selalu mencoba memberi dengan alasan sebagai ucapan terima kasih. 

"Budaya seperti itu juga akan dirubah. Karena selama ini ada rasa sungkan petugas menolaknya bila ada yang memberi sebagai ucapan terima kasih. Tapi sikap demikian sudah mulai terkikis. Bila ada masyarakat atau keluarga binaan lapas yang memberikan sesuatu maka akan langsung ditolak. Lama - kelamaan mereka kan akan terbiasa juga," ujar Yulius.

Lebih lanjut Kalapas menjelaskan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga sedang disurvey tingkat kepuasan pelayanannya dari Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tiga hari terakhir. Survey itu melihat bagaimana tingkat layanan kepuasan dari  pengunjung, narapidana maupun keluarganya.

"Yang ditanyakan, misalnya apakah di Lapas ini masih ada pungutan dan apakah layanannya masih berbelit-belit. Dan ada lagi. Dan nantinya hasil penilaian tersebut akan dikirimkan ke KemenPAN - RB dan KPK," tandas Yulius.(windy)

Penulis
: Windy
Editor
: bambang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)