Ada 393 Kasus DBD, Ini Kata Dinas Kesehatan Asahan

Bambang
450 view
Ada 393 Kasus DBD, Ini Kata Dinas Kesehatan Asahan
Ist

ASAHAN, datariau.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan mencatat sepanjang 2019 ada 393 kasus DBD yang tersebar hampir di 25 kecamatan di Kabupaten Asahan. Namun, belum ditemukan ada yang meninggal dunia. 

''Untuk kasus DBD, hampir setiap kecamatan ada, tapi belum sampai mewabah. Dibandingkan tahun lalu, kali ini meningkat 60 persen. Karena perubahan cuaca. Yang meninggal ada satu, tapi karena sebelumnya mengidap komplikasi, bukan karena DBD murni,'' ucap Kadis dr Aris Yudhariansyah MM melalui 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan Santoso saat di konfirmasi, Rabu (4/9/2019) sekira jam 10.00 wib.

Meski demikian, Diskes Asahan tak otomatis melakukan penyemprotan fogging. Karena, menurut Santoso, langkah terbaik untuk memberantas jentik nyamuk aedes aegypti dengan cara membersihkan secara teratur tempat penampungan air bersih. Sebab, fogging yang selama ini dilakukan justru hanya membunuh 70 persen nyamuk dewasa. Sedangkan jentik dan larva, tetap dapat berkembang menjadi nyamuk aedes aegypti. 

''Fogging hanya dilakukan apabila terjadi tindakan darurat. Cara terbaik adalah melakukan pemantuan jentik nyamuk demam berdarah,'' ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Asahan, S. Hutahaean juga menyebutkan, fogging baru dapat dilakukan bila hasil penyelidikan epidemiologi oleh petugas, diantaranya pada suatu daerah terdapat dua warga yang positif menderita DBD dan petugas menemukan jentik di rumah yang diperiksa. Apalagi, S Hutahean menjelaskan, fogging yang selama ini dilakukan di permukiman tempat tinggal warga memiliki efek negatif bagi kesehatan.

''Anak - anak yang sering terpapar asap fogging, bisa sebabkan kemandulan. Bagi orang dewasa, zat kimia dari fogging bisa sebabkan kanker. Jadi perlahanb- lahan fogging ini bakal dihapuskan,'' ungkapnya.

Terkait itu, Diskes Asahan berencana untuk menggalakan tim Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Masyarakat pun diminta secara bergotong royong menjaga lingkungan dengan melakukan 3M yaitu Menguras, Menutup dan Menimbun.(ran)

Penulis
: Fran Manurung
Editor
: bambang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)