Ondeh Mak, Nama Orang yang Sudah Meninggal Dunia Masih Terdaftar Sebagai Pemilih di Pilkada Kampar

datariau.com
1.325 view
Ondeh Mak, Nama Orang yang Sudah Meninggal Dunia Masih Terdaftar Sebagai Pemilih di Pilkada Kampar
Nova Rinaldo
Data pemilih sementara yang tertera di papan pengumuman kantor Desa Tarai Bangun. Nama orang yang sudah meninggal dunia masih tercatat sebagai pemilih dalam data tersebut.

TAMBANG, datariau.com - Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah data yang sangat penting agar Pilkada berjalan lancar tanpa ada gugatan dari pihak lain sesudah Pilkada. Terkait permasalahan data, terjadi kejanggalan di Kabupaten Kampar. Dimana orang yang sudah meninggal dunia namanya masih terdaftar sebagai pemilih.

Pantaun datariau.com di kantor desa Tarai Bangun kecamatan Tambang kabupaten Kampar, Senin (14/11/2016) di pada papan pengumuman daftar pemilih sementara (DPS) tercantum nama orang yang sudah meninggal dunia sekitar tiga tahun lalu, masih tercantum sebagai pemilih yaitu di TPS 10 atas nama Elvis Rinaldi (alm) dan Mansyur (alm).

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan kepada Ketua PPS desa Tarai Bangun Abjazir, membenarkan bahwa ada nama orang yang sudah meninggal tercantum sebagai pemilih sementara yang dikirimkan KPU kepada PPS desa Tarai Bangun.

Dikatakan Abjazir, bahwa data yang dikirim PPS ke KPU merupakan hasil dari Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) desa Tarai Bangun yaitu sekitar 10.400 pemilih sementara, data yang dikirim KPU Kampar sekitar 9.500 pemilih dan ada sekitar 1000 pemilih yang terhapus atau tidak terdaftar di KPU kabupaten Kampar.

Dikatakan Abjazir yang didampingi sekretaris PPS Eka Futra menyatakan, daftar yang dikirim KPU itu juga memuat orang yang sudah meninggal dan orang yang ber-KTP di luar Kampar. Begitu juga dengan selisih jumlah pemilih yang sampai setakat ini belum ada penjelasan dari KPU Kampar.

"Ya memang, ada selisih jumlah data yang dikirimkan PPS desa Tarai Bangun ke KPU Kampar dengan data yang dikirim balik KPU Kampar ke PPS desa Tarai Bangun sebanyak 1000 suara, dan juga nama orang yang sudah meninggal," ujar Abjazir kepada datariau.com.

Abjazir berharap agar KPU Kampar lebih selektif lagi dalam memperoleh data atau verifikasi data agar sesuai dengan data yang telah dilakukan oleh PPS desa Tarai Bangun.

Sungguh terlihat jelas dengan persoalan ini kinerja KPU Kampar dalam mengolah data pemilih yang kurang profesional, sehingga dapat mengakibatkan kisruhnya pemilukada karena tidak sesuai dengan daftar pemilih yang dikeluarkan PPDP.

Penulis
: Nova Rinaldo
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)