Akhirnya Terungkap Kasus 'Nuthuk' Pecal Lele Rp 37 Ribu, Bukan di Malioboro

Ruslan
356 view
Akhirnya Terungkap Kasus 'Nuthuk' Pecal Lele Rp 37 Ribu, Bukan di Malioboro
Foto: Net

Yogyakarta, datariau.com - Kasus 'nuthuk' atau memungut harga dagangan secara tak wajar oleh pedagang kaki lima (PKL) lesehan di kawasan Malioboro, Yogyakarta, yang sempat viral pekan ini akhirnya terungkap pada Kamis, 27 Mei 2021. Kasus 'nuthuk' seporsi pecel lele seharga Rp 37 ribu itu ternyata bukan terjadi di Jalan Malioboro, namun di salah satu sirip jalannya yakni Jalan Perwakilan.

Letak Jalan Perwakilan persis di utara Mall Malioboro, penghubung Malioboro dengan Jalan Mataram. Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi Jalan Perwakilan (FKKP), Adi Kusuma mengatakan, fakta itu diketahui setelah menelusuri video yang viral dari wisatawan korban 'nuthuk' harga pecel lele.

"Kami mengidentifikasi kawasan dan menemukan lokasi kerjadian 'nuthuk' harga pecel lele itu," kata Adi Kusuma. Lokasinya ada di sebuah ruko yang menjalankan usaha restoran atau rumah makan dengan bentuk lesehan. Di sana tercantum daftar harga mirip dengan yang dikeluhkan wisatawan yang viral. Yakni menu lele Rp 20 ribu, nasi putih Rp 7.000, dan lalapan Rp 10 ribu.

Adi Kusuma menjelaskan, pengelola rumah makan itu adalah orang yang baru dua bulan mengambil alih usaha pemilik lama. Dia belum bergabung dengan paguyuban dan mengaku tidak tahu aturan harga kawasan Malioboro. Adapun pemilik lama restoran itu sudah bangkrut karena pandemi Covid-19.

Forum Jalan Perwakilan telah memberikan peringatan keras kepada pemilik dan pengelola rumah makan di ruko tadi. Mereka juga diminta segera bergabung dengan paguyuban serta menyusun harga wajar jika ingin melanjutkan usaha. "Pedagang baru ini mau kooperatif dan menyatakan siap tunduk pada ketentuan di kawasan Malioboro seperti paguyuban lain," kata Adi.

Adi Kusuma menambahkan, telah berkoordinasi dengan Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk membuat sistem pengaduan di kawasan itu demi mengantispasi kejadian serupa. "Jadi, jika ada wisatawan yang merasa dirugikan saat berbelanja, bisa langsung membuat laporan dengan mekanisme yang sedang kami buat. Akan kami tangani saat itu juga," kata Adi.

Tag:Wisata