SIAKHULU, datariau.com - Pengunjung kebun binatang Kasang Kulim kecewa karena layanan di tempat wisata tersebut buruk.
Salah satu yang paling dikeluhkan pengunjung yakni tidak adanya tempat shalat atau mushalla yang layak di lokasi kebun binatang satu-satunya di provinsi Riau ini. Padahal, provinsi Riau identik dengan budaya melayu yang kental dengan agama Islam sebagai agama mayoritas penduduknya, namun tempat wisata tersebut sangat tidak memperhatikan tempat beribadah umat muslim.
"Tempat seluas dan seramai ini dikunjungi warga, kok susah cari tempat shalat, kalau pun ada sangat tidak layak," keluh seorang pengunjung, Alwi (24) saat ditemui datariau.com di lokasi ini, Jum'at (8/7/2016).
Memang ada tempat shalat, namun diletakkan di tempat yang sangat tidak layak. Saat itu ba'da Ashar, tampak para pengunjung yang ingin melaksanakan shalat mencari-cari dan bertanya dimana mushalla.

Hanya muat satu orang shalat di Mushalla samping toilet kebun binatang Kasang Kulim. (foto: ags)

Pengunjung antri mengambil wudu'. (foto: ags)
Ada di pojok samping, namun tempat shalat hanya muat untuk satu orang di ruangan berukuran sekitar 1,5 x 1 meter. Tempatnya bergandengan dengan WC umum. Tampak seorang ibu memilih untuk segera shalat di tempat itu dengan antrian warga lainnya yang ingin shalat juga.
Ada lagi tempat shalat di samping kantor pengelola Kebun Binatang Kasang Kulim yang berada di depan samping pintu masuk. Di sini bisa melaksanakan shalat berjamaah satu shaf saja, muat sekitar 8 orang, namun lokasinya berada di depan pentas musik, sehingga suara musik yang tidak ada berhentinya saat shalat Ashar itu sangat menganggu kekhusukan untuk shalat, suara artis perempuan yang bernyanyi sangat mendengking ke telinga orang-orang yang shalat di samping kantor itu.
Tempat ini sebenarnya bukanlah khusus untuk shalat, melainkan tempat ini merupakan ruangan untuk menjual karcis. Kemudian ruang ini dibentangkan karpet untuk tempat shalat sementara di sampingnya tetap menjadi tempat jual beli karcis masuk kebun binatang tersebut.

Tempat shalat di ruang jual beli karcis kebun binatang Kasang Kulim berada di depan pentas musik, pengunjung shalat diiringi musik. (foto: ags)
"Sangat miris kita melihatnya, tempat wisata yang masyarakatnya mayoritas muslim namun tidak disediakan tempat shalat yang layak. Kita minta pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan kebun binatang ini, agar dikelola dengan baik lagi memperhatikan tempat shalat," pinta seorang warga lainnya Erna.
Selain susahnya tempat shalat, saat kunjungan itu tarif parkir kendaraan juga sangat fantastis dan tidak sesuai dengan kendaraan yang dibawa. Dimana, tarif parkir kendaraan roda dua (sepeda motor) namun yang diberikan malah karcis mobil dengan tarif Rp 5000, sementara parkir mobil saat itu Rp 10.000.
"Ini pungli namanya, bukan parkir. Menguntungkan sepihak, kenapa pengelola kebun binatang membiarkan adanya pungli di wilayah tempat wisata seperti ini. Karena sesuai aturan daerah kita, parkir sepeda motor hanya Rp 1000 dan mobil Rp 2000, ini karena memanfaatkan momen mereka lakukan pungutan diluar akal sehat," keluh pengunjung bernama Zardi, saat memperlihatkan karcis parkirnya kepada datariau.com.

Parkir motor tapi karcis mobil. (foto: ags)
Kebun binatang ini memang satu-satunya ada di Provinsi Riau. Berada di Jalan Kubang Raya, kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, tidak jauh dari SMU Plus Provinsi Riau. Saat liburan Idul Fitri dan hari libur lainnya, tempat ini menjadi pilihan masyarakat untuk memperkenalkan kepada anak-anak mereka jenis-jenis binatang.
Di lokasi ini, dengan karcis masuk Rp 25.000 kita akan bisa berkeliling melihat berbagai jenis binatang, seperti singa, buaya, ular, orang utan, berbagai jenis burung, dan binatang buas lainnya.
Selain itu ada juga kolam berenang, wisata air dengan sepeda air dan sampan karet, meskipun air kolamnya sangat kotor, namun di libur Idul Fitri pengunjung tetap antusias mencoba sepeda air dan sampan karet ini, karena memang pengunjung tidak bersentuhan dengan air yang warnanya seperti lumpur dan banyaknya sampah di dalam kolam ini.
Pengelola Kebun Binatang Kasang Kulim, Agustina saat ditemui di kantornya mengatakan, bahwa di lokasi kebun binatang ini terdapat dua tempat shalat atau mushalla. Dia mengakui bahwa memang kondisinya seperti yang dikeluhkan warga.
"Ada dua, di belakang sana satu dan di samping ini satu, silahkan ambil wudu' di sini," katanya sambil menunjuk ke kamar mandi ruang kantor pengelola tersebut.