KAMPAR, datariau.com - Dosen Prodi Teknik Geologi UIR, malaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Senin (22/7/2019).
Kegiatan pengabdian ini mengakat tema "Sosisalisai keilmuan geologi untuk pengembangan daerah wisata Ulu Kasok dan sekitarnya menjadi Geowisata" disosialisasikan oleh Adi Suryadi BSc (Hons) MSc.
Kegiatan sosialisasi ini diangkat sehubungan dengan penelitian yang sedang digarap oleh Dosen Prodi Teknik Geologi UIR yang didanai oleh Kemenristek Dikti yang berkolaborasi dengan dosen Fakultas Teknik Geologi, UNPAD.
Adapun Dosen Prodi Teknik Geologi UIR yang terlibat adalah Tiggi Choanji ST MT (Ketua), Adi Suryadi BSc (Hons) MSc (Anggota) dan Yuniarti Yuskar ST MT (Anggota tambahan) serta dari Fakultas Teknik Geologi, UNPAD yaitu Nanda Natasia ST MT.
Selain itu, penelitian ini juga melibatkan mahasiswa Prodi Teknik Geologi UIR diantaranya Tristan Aulia Akbar dan M Revanda dan ini menjadi bahan skripsi dan pemetaan geologinya.
Dalam sosisalisasinya, Adi Suryadi menyampaikan bahwa dari hasil penelitian yang sudah dilaksanakan menunjukkan, bahwa daerah Kampar khususnya Ulu Kasok dan Gulamo mempunyai potensi yang sangat besar untuk dijadikan sebagai Geowisata. Hal ini ditunjukkan dengan keindahan bentang alam yang ada di daerah tersebut dengan informasi geologi yang sangat luar biasa.
"Tujuan utama dari geowisata adalah melakukan konservasi terhadap khazanah keilmuan geologi yang mempunyai nilai yang sangat tinggi dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal melalui sektor wisata," ujar Adi Suryadi sebagai narasumber dalam sosialisai ini.
Ia juga memaparkan, terdapat 13 lokasi geowisata yang sudah terpetakan berdasarkan data yang diambil di tahun 2018. Lokasi-lokasi tersebut diantaranya adalah Ulu Kasok, Puncak Kompe, Puncak Tuah, Kelok Indah, Air Terjun Sungai Pandan, Tepian Mahligai, Pasir Putih, Puncak Pukatan, Danau Rusa, Zona Hancuran, Air Terjun Gulamo 1 dan Air Terjun Gulamo 2.
Keindahan alam yang disajikan adalah geomorphological landscape (Keindahan bentuk rupa bumi), Waterfall zone (Zona Air Terjun) dan Water Play Zone (Zona Wahana Air). Semua lokasi tersebut terbentuk karena adanya proses geologi khususnya proses tektonik yang menyebabkan terbentuknya tinggian yang banyak dijadikan sebagai puncak dan lembah yang telah lebih dari 20 tahun ini menjadi danau buatan Koto Panjang.
"Secara keseluruhan, hasil survei lapangan dan penyebaran kuisioner menunjukkan bahwa daerah ini sangat berpotensi untuk dijadikan Geowisata yang selanjutnya berorientasi menjadi Geopark (Taman Bumi). Namun saat ini, permasalahan utama yang harus ditangani adalah di sektor akses infrastukrur dan jaringan yang masih kurang baik serta promosi atau penyebarluasan informasi tentang daerah geowisata ini," tambah dosen muda dari Prodi Teknik Geologi UIR tersebut.
Kegiatan sosialisai ini disambut dengan sangat baik oleh masyarakat Desa Tanjung Alai yang kebanyakannya adalah pelaku dalam sektor wisata yang ada di daerah tersebut. Antusiasme ditunjukkan oleh banyaknya diskusi yang terjadi selama proses sosialisasi ini mulai dari keingintahuan masyarakat tentang proses geologi yang bekerja hingga keluh kesah terhadap menejemen pengelolaan yang baik.

Zulpan Alwi, Kepala Desa Tanjung Alai menyampaikan, bahwa wisata menjadi salah satu sektor penting dalam ekonomi masyarakat lokal.
"Dalam upaya pengembangan daerah wisata ini, kami memerlukan banyak sekali bantuan dari berbagai sektor diantaranya para ahli termasuk ahli geologi serta dukungan pemerintah khususnya Dinas Pariwisata baik Kabupaten Kampar hingga Provinsi Riau untuk menfasilitasi pengembangan karena jika hanya dari desa maka pengembangan akan sangat lambat," ujar Kepala Desa Tanjung Alai.

Di akhir sesi, dosen Teknik Geologi UIR yang diwakili oleh Adi Suryadi BSc (Hons) MSc menyerahkan sebentuk poster yang menunjukkan informasi lokasi dan nilai geologi yang ada disetiap lokasi geowisata yang ada di Desa Tanjung Alai dan sekitarnya. (rls)