Diguyur Hujan Lebat, Relawan Syirkah Tetap Tuntaskan Fardhu Kifayah Jenazah Orang Terlantar hingga ke Pemakaman

datariau.com
214 view
Diguyur Hujan Lebat, Relawan Syirkah Tetap Tuntaskan Fardhu Kifayah Jenazah Orang Terlantar hingga ke Pemakaman
Foto: Ist.
Relawan Syirkah saat menyelenggarakan jenazah orang terlantar, dalam kondisi hujan deras di pemakaman, Kamis (29/10/2026) sore.

PEKANBARU, datariau.com - Hujan lebat dan badai yang mengguyur Kota Pekanbaru pada Kamis (29/10/2026) sore tak menyurutkan langkah para relawan Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru. Dengan penuh keikhlasan, mereka mengantarkan seorang jenazah yang semasa hidupnya terlantar, hingga ke TPU Syirkah yang beralamat di Jalan Sekolah Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar.

Bagi sebagian orang, hujan deras mungkin menjadi alasan untuk menunda aktivitas. Namun, bagi para relawan Syirkah, ada amanah yang harus dituntaskan. Di hadapan mereka, terbentang tanggung jawab kemanusiaan sekaligus kewajiban sebagai sesama Muslim untuk mengurus jenazah dan segera dimakamkan.

Kisah ini bermula ketika pihak Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru menerima telepon dari seorang anggota paguyuban yang berada di Pekanbaru. Ia menyampaikan kabar bahwa seorang warga terlantar telah meninggal dunia di Rumah Sakit Petala Bumi dan membutuhkan bantuan untuk penyelenggaraan jenazah.

Sebelumnya, selama menjalani perawatan di rumah sakit, almarhum telah mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial. Namun, setelah ajal menjemput, masih ada rangkaian kewajiban yang harus ditunaikan sebelum jenazah dikebumikan.

Tanpa banyak pertimbangan, relawan Syirkah bergerak menjalankan amanah untuk memberikan bantuan. Mereka menjalankan setiap tahapan penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga mengantarkannya ke pemakaman.

Di tengah duka dan kesunyian, tak ada lagi yang dilihat selain seorang manusia yang harus diperlakukan dengan layak hingga akhir hayatnya. Meski identitas dan perjalanan hidupnya tidak banyak diketahui, kepergiannya tetap mengundang tanggung jawab bagi mereka yang masih hidup.

Hujan Deras Tak Menghentikan Langkah


Sore itu, hujan turun dengan deras. Langit yang kelabu seolah menambah suasana haru dalam prosesi pemakaman. Tanah basah, guyuran air, dan perjalanan menuju TPU Muslim Syirkah menjadi bagian dari perjuangan para relawan dalam menuntaskan amanah tersebut.

Namun, derasnya hujan tak membuat mereka mengurungkan niat. Langkah demi langkah tetap dilanjutkan hingga jenazah sampai ke tempat pemakaman dan dimakamkan.

Di saat sebagian orang berteduh untuk menghindari hujan, para relawan ini justru tetap berada di luar, menunaikan tugas yang harus diselesaikan dan harapan agar jenazah dapat dimakamkan secara layak.

Dalam ajaran Islam, mengurus jenazah merupakan fardhu kifayah, yakni kewajiban bersama umat Islam yang gugur apabila telah ditunaikan oleh sebagian orang. Namun, dalam praktiknya, kewajiban itu juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama manusia, termasuk mereka yang hidup tanpa keluarga atau orang-orang terdekat yang dapat mengurus kepergiannya.

Bagi relawan Syirkah, hujan sore itu tidak mengubah tujuan mereka. Jenazah harus dimuliakan, haknya sebagai seorang Muslim harus ditunaikan, dan perjalanan menuju perkuburan harus diantarkan hingga selesai.

Kepedulian yang Tak Berhenti pada Kematian


Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak semestinya berhenti hanya karena seseorang telah meninggal dunia. Bahkan ketika seseorang pergi tanpa banyak orang yang mengiringi, ia tetap memiliki hak untuk diurus dan dimakamkan dengan layak.

Di balik prosesi sederhana tersebut, tersimpan pelajaran tentang ketulusan. Bahwa kemanusiaan tidak selalu hadir dalam tindakan besar yang disaksikan banyak orang. Terkadang, ia hadir melalui tangan-tangan yang memandikan jenazah, kain kafan yang membungkus tubuh dengan penuh penghormatan, doa yang dipanjatkan, serta langkah kaki yang terus bergerak meski dibasahi hujan.

Melalui kegiatan ini, relawan Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru berharap dapat terus menjaga amanah dalam membantu penyelenggaraan jenazah, tak terkecuali bagi mereka yang terlantar dan tidak memiliki pihak yang dapat mengurusnya.

Mereka juga berharap Allah Subhanahu wata’ala senantiasa menjaga keikhlasan, memberikan kesehatan, serta menguatkan para relawan agar tetap mampu menjalankan tugas kemanusiaan dan ibadah tersebut dalam berbagai keadaan.

Di penghujung hari yang diguyur hujan lebat itu, satu amanah telah ditunaikan. Seorang manusia telah diantarkan ke liang kubur yang menjadi awal perjalanan panjangnya, sementara para relawan kembali membawa pelajaran berharga tentang arti kepedulian.

Semoga hujan yang membasahi bumi sore itu menjadi keberkahan, dan semoga Allah Subhanahu wata’ala mengampuni dosa-dosa jenazah, melapangkan kuburnya, serta menerima setiap amal kebaikannya.

Sebab, pada akhirnya, kemuliaan manusia bukan ditentukan oleh seberapa banyak orang yang mengiringinya ketika hidup, melainkan oleh bagaimana sesama memperlakukannya dengan kasih sayang hingga akhir perjalanan hidupnya di dunia.

Salurkan Infak untuk Mendukung Pelayanan Kemanusiaan


Masyarakat yang ingin mendukung kegiatan sosial dan pelayanan penyelenggaraan jenazah Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru dapat menyalurkan infak melalui rekening resmi berikut:

Bank Syariah Indonesia (BSI)

Atas nama: Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru

Kode bank: 451

Nomor rekening: 100 1234 001

Keterangan: YSTP Kas dan Operasional

Nominal transfer dapat ditambahkan angka 2 di bagian akhir. Contoh: Rp300.002.

Konfirmasi transfer dapat dilakukan melalui layanan WhatsApp bagian keuangan YSTP: https://wa.me/+6282336662014

Semoga setiap infak yang disalurkan menjadi amal kebaikan dan membantu keberlanjutan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)