Ribuan Warga Ikuti Menongkah Massal

datariau.com
756 view
Ribuan Warga Ikuti Menongkah Massal
Zulfadli
Menongkah Massal yang dibuka secara resmi Bupati Inhil, HM Wardan yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Inhil, Junaidi Ismail.

TEMBILAHAN, datariau.com - Ribuan warga Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, hadiri kegitan menongkah masal di Pantai Bidari, Ahad (7/8/2016).

Peserta Menongkah Massal yang dibuka secara resmi Bupati Inhil, HM Wardan yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Inhil, Junaidi Ismail.

“Iven budaya ini hendaknya terus dipertahankan dan dilestarikan karena hal ini akan menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita pada masa-masa mendatang dan kegiatan ini juga merupakan kekayaan budaya Riau yang menjadi identitas bangsa kita,” ujar bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Inhil, Junaidi mengungkapkan bahwa pemerintah daerah Inhil selalu memberikan perhatian penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini serta mengharapkan budaya Menongkah Massal ini akan menjadi ikon budaya daerah di Inhil yang dilaksanakan secara berkala.

“Ini sudah menjadi ikon masyarakat Inhil yang telah kita perkenalkan ke luar daerah bahkan sampai ke manca negara seperi Jerman, karena negara Jerman juga memilki seni dan budaya seperti ini. Dengan dipopulerkannya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positive untuk menarik wisatawan berkunjung ke Inhil,” tandasnya.

Ir Sarfan Firmansyah, Kepala Desa Tanjung Pasir mengatakan bahwa menongkah itu telah dituliskan dalam sebuah buku “Kamus Mini Duanu Indonesia”.

"Keberadaan dan budaya suku Duanu yang telah menjadi khasanah keilmuan dan budaya di Indonesia itu telah tercatat dalam museum rekor Indonesia, " katanya.

Sarfan yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Duanu Riau (KKBMDR) sekaligus pengarangn buku tersebut, menjelaskan bahwa Tradisi Menongkah Suku Duano yang telah memberikan hadiah terbaik pada Ulang Tahun 43 Inhil tahun 2008 yang lalu dengan memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) karena diikuti oleh empat ratus penongkah secara bersama-sama berselancar dengan sehelai papan di atas lumpur pantai guna mencari kerang dan udang, kali ini juga tercatat dalam rekor MURI dengan mandi lumpur di atas papan tongkah terbanyak, yakni 147 orang.

Suku Duano yang terbiasa berhubungan dengan lautan mempunyai sebuah semboyan yang juga dipatenkan pada hari itu yakni Piak Duanu Lap Ne Dolak “Tak Akan Hilang Duano di Laut”. Yang dimaksudkan membangkitkan semangat kalangan generasi muda suku Duano supaya berpegang teguh pada budaya yang dimiliki dan tidak malu mengakui diri sebagai Duano.

Penulis
: Zulfadli
Editor
: Agusri.
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)