Imigran Jadi Pemuas Nafsu Tante Kesepian, Bikin Pejabat Pekanbaru Kaget

datariau.com
8.993 view
Imigran Jadi Pemuas Nafsu Tante Kesepian, Bikin Pejabat Pekanbaru Kaget
dok.
Para imigran di Kota Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Sempat redup, kabar keberadaan imigran di Kota Pekanbaru kembali mencuat. Pasalnya, imigran ganteng yang sehari-hari bebas berkeliaran di Kota Pekanbaru diduga telah menjadi pelacur pria.

Karena postur tubuhnya yang tinggi putih, membuat mereka mudah menjual diri kepada tante kesepian dan berduit di Pekanbaru serta cewek ABG yang kepincut cowok luar negeri atau Bule. Diperkirakan, sudah beberapa cewek dan tante berduit di Pekanbaru jadi teman kencan para imigran ini.

Dibuktikan, beberapa laporan warga mengatakan bahwa melihat para imigran ini sering dijemput mobil yang di dalamnya seorang wanita. Kejadian ini sering terlihat di depan Kantor RRI Pekanbaru jalan Jendral Sudirman dan di Purna MTQ Pekanbaru, karena dua lokasi ini berdekatan dengan Rudenim tempat penampungan seribuan imigran Kota Pekanbaru.

Bahkan di pusat perbelanjaan juga di tempat keramaian lainnya, tidak jarang ditemukan seorang berparas cowok luar negeri diduga imigran jalan bareng wanita tempatan. Tak ayal pula, seorang imigran yang pernah kedapatan memiliki KTP Kota Pekanbaru semakin membuat resah masyarakat.

Keberadaan imigran ini juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dengan adanya informasi bahwa para imigran yang katanya mencari suaka ke Kota Pekanbaru diduga memiliki misi lain yakni menyebarkan ajaran sesat Syiah. Hal ini dibuktikan dengan bebasnya para imigran bergaul dengan para wanita tempatan, para pria imigran yang dengan gaya serba berkecukupan, memiliki handphone canggih, sangat tidak percaya jika mereka mencari suaka karena di negara mereka terjadi konflik.

"Kita kan tahu, Syiah itu identik dengan nikah mut'ah, yaitu nikah kontrak. Kabarnya sudah sangat banyak perempuan di Pekanbaru ini menjadi korban, bahkan pacar saya sendiri dulunya ketahuan sama saya ternyata dia sudah berpaham Syiah," ujar seorang warga Pekanbaru yang mengaku bernama Putra, saat berbincang dengan datariau.com, belum lama ini.

Mendapat informasi tersebut, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, M Noer juga mengaku sangat kaget. Sebab, isu ini jauh sebelumnya juga sudah pernah dibahas bersama instansi terkait dalam rapat Forkopinda, dan ternyata benar, informasi tersebut semakin marak dan beredar di tengah masyarakat seperti menjadi rahasia umum.

"Seharusnya itu tidak ada lagi karena dulu sudah pernah kita bahas dan kita sepakat gerak gerik mereka diawasi dengan ketat dan ruang gerak mereka kita persempit," ungkap M Noer, dikutip riauterkini.com, Kamis (15/9/2016).

Namun memang saat ini ruang gerak imigran sudah tidak ada dipantau lagi bahkan semakin bebas. Jika dahulu hanya diperbolehkan keluar di jam tertentu, sekarang sudah tanpa batas lagi. Jika dahulu hendak keluar para imigran mengenakkan kartu tanda imigran yang disangkutkan di leher, saat ini juga tidak diberlakukan lagi.

Atas kondisi ini, M Noer mengaku akan melakukan koordonasi dengan pihak terkait untuk membuktikan informasi yang seperti telah menjadi rahasia umum ini. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berpartisipasi dan melaporkan kejanggalan tersebut bila ada perilaku menyimpang yang dilakukan para imigran pencari suaka asal timur tengah itu.

"Masyarakat mengetahui (imigran jadi pelacur/gigolo), kita minta segera dilaporkan. Dan pemerintah segera menindaklanjuti serta menangani informasi ini secara serius. Pemko tentu tidak akan abaikan dan tutup mata," pinta M Noer.

Sebagaimana kabar beredar baru-baru ini, keberadaan imigran yang ada Kepulauan Riau (Kepri) asal Timur Tengah dihebohkan karena menjadi gigolo untuk pemuas nafsu janda kesepian. Para imigran tersebut akhirnya ditangkap oleh kepolisian setempat dan saat ini para imigran tengah diproses. Tidak menutup kemungkinan dari pengakuan masyarakat, imigran di Kota Pekanbaru juga terlibat hal serupa. Namun perlu pembuktian dari aparat yang berwenang.

Penulis
: Riki
Editor
: Riki
Tag:Imigran
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)