Diduga Bermain Politik, SUA Minta KPU Pekanbaru Segera Dievaluasi

datariau.com
1.384 view
Diduga Bermain Politik, SUA Minta KPU Pekanbaru Segera Dievaluasi
dok.
Said Usman Abdullah

PEKANBARU, datariau.com - Bakal calon Wakil Walikota Pekanbaru, Said Usman Abdullah (SUA) meminta KPU Provinsi Riau dan KPU Pusat segera melakukan evaluasi di tubuh KPU Kota Pekanbaru.

Desakan itu menyusul diumumkannya hasil pemeriksaan kemampuan rohani dan jasmani oleh KPU Kota Pekanbaru yang direkomendasikan RSUD Arifin Achmad.

Dalam surat bernomor: 640/Yanmed/RSUD/360, SUA dinyatakan Disabilitas dan memiliki faktor resiko yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Wali Kota dan Wakil Walikota.

Dari surat itu disebutkan SUA terganjal pada tes kesehatan saat diumumkan oleh KPU Pekanbaru. Bahkan, melalui kuasa hukumnya Razman Arif Nasution, SUA melihat ada dugaan geliat permainan politik antara dokter RSUD Arifin Achmad dan KPU Pekanbaru untuk menjagalnya Anggota DPRD Kota Pekanbaru 3 periode ini maju di Pilkada Pekanbaru.

Razman mendesak agar KPU Kota Pekanbaru meminta rekomendasi ulang ke pihak RSUD untuk memperjelas posisi tes kesehatan yang dilakukan terhadap kliennya SUA.

"Kita sudah mendapatkan surat jawaban dari RSUD Arifin Achmad terkait tes kesehatan yang sudah saya lakukan. Dalam keterangan surat RSUD Arifin Achmad sudah jelas dan sudah terang benderangkan posisi kita. Makanya kita mempertegas posisi kita," demikian disampaikan SUA ketika dikonfirmasi melalui selularnya, Senin (3/10/2016).

Padahal, dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 tahun 2016, disebutkan bahwa penggantian bakal calon atau calon dapat dilakukan oleh partai politik atau gabungan partai politik atau calon perseorangan apabila calon meninggal dunia dan tidak bisa melaksanakan tugas secara permanen.

"Artinya dalam surat jawaban sudah jelas yang dibutuhkan terhadap kita itu tidak ada masalah dan proses bisa tetap dilanjutkan," tukasnya.

SUA menyebut, bila KPU Kota Pekanbaru terus memaksakan kondisi yang terjadi saat ini, dia melihat adanya permainan politik oleh penyelenggara Pilkada dalam hal ini dokter dan KPU sendiri.

"Kalau tahapan ini terus berjalan dan masih dipimpin oleh Ketua KPU saat ini, saya khawatir pemilu tidak berjalan dengan kondusif. Untuk itu kita sangat mengharapkan kepada kawan-kawan di KPU Riau dan KPU pusat untuk mengevaluasi kinerja Ketua KPU Kota Pekanbaru dan jajarannya karena dianggap tidak memahmi aturan, bermain politik dia ikut memberi keputusan sebelum masuk tahapan," tegasnya.

Menurutnya, Ketua KPU Pekanbaru dianggap bermanuver dan membuat statment- statment yang akhirnya menyulitkan KPU sendiri. "Sudah sangat jelas KPU Pekanbaru sudah berniat yang tidak baik terhadap Kota Pekanbaru," pungkasnya.

Penulis
: Irawan
Editor
: Riki
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)