Warga di Kampar Grebek Tempat Permainan Billiard Ilegal dan Meresahkan

datariau.com
3.329 view
Warga di Kampar Grebek Tempat Permainan Billiard Ilegal dan Meresahkan
Warga saat melakukan penggrebekan di ruko yang menyediakan tempat biliard di Bangkinang. (foto: riauterkini.com)

BANGKINANGKOTA, datariau.com - Puluhan warga dan jemaah masjid RW IV Desa Kumantan Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar mendatangi sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat bermain billiard, Sabtu (5/8/2017).

Kedatangan mereka mendesak agar pemilik bangunan yang digunakan untuk tempat bermain billiard ini ditutup karena sudah meresahkan masyarakat dan tidak memiliki izin.

Ketika puluhan masyarakat mendatangi tempat permainan Billiard yang diketahui milik seorang yang bernama Aziz yang berlokasi di persimpangan Perumnas Kumantan ini ditemukan beberapa anak-anak tengah asik bermain billiard.

Melihat kedatangan puluhan warga yang juga terlihat Camat Bangkinang Kota Mulatua, Kades Kumantan Juprizal, mereka kaget begitu juga pemilik usaha billiard ini.

"Kami atas nama masyarakat menyatakan usaha billiard ini ditutup karena tidak memiliki izin dan sudah meresahkan masyarakat," terang salah seorang tokoh masyarakat Kumantan, M Rusdi.

Menurutnya, kegiatan billiard ini sudah menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat Desa Kumantan dan sudah sangat meresahkan. Apalagi sudah banyak anak-anak yang ikut bermain dan bolos dari sekolahnya.

Bahkan warga terlihat emosi ketika pemilik usaha billiard ini sempat menyatakan bahwa mereka telah memiliki izin namun tidak bisa diperlihatkan.

Sementara itu Kades Kumantan Juprizal di hadapan pemilik usaha billiard Aziz menyatakan sebagai Kades dirinya meminta agar usaha billiard ini ditutup. "Atas nama Kades Kumantan saya minta agar usaha billiard ini ditutup agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ucapnya.

Bahkan saat bersamaan, Ketua Pengurus Gugus Depan Pemuda Serambi Mekkah (GPSM) Kabupaten Kampar Ustadz Masnur bersama anggota lainnya juga tampak hadir dan menegaskan agar kepada pemilik bangunan untuk menutup aktivitas permainan billiard ini.

"Permainan ini bukan budaya kita dan hanya akan merusak generasi muda, kami minta agar ditutup," tegasnya.

Sebelum mendatangi lokasi billiard ini, beberapa orang tokoh masyarakat Kumantan seperti Amin Fildan, M Rusdi, Zamri dan beberapa orang tokoh masyarakat lainnya bersama Camat Bangkinang Kota Mulatua, Kades Kumantan Juprizal melakukan musyawarah agar kegiatan yang dinilai sudah meresahkan masyarakat ini segera diselesaikan.

Editor
: Riki
Sumber
: Riauterkini.com
Tag:Billiard
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query