Tukang Gigi Simpang D Rohul Ditemukan Jadi Mayat di Kebun Sawit

datariau.com
2.547 view
Tukang Gigi Simpang D Rohul Ditemukan Jadi Mayat di Kebun Sawit
Deddy
Tukang Gigi Simpang D Rohul Ditemukan Jadi Mayat di Kebun Sawit.

ROKANHULU, datariau.com - Seorang laki-laki warga RT 012 RW 005 Dusun Sungai Jambu Desa Pasir Jaya, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau bernama Suyono (61), yang berprofesi sebagai tukang gigi, ditemukan dalam kondisi sudah menjadi mayat di Kebun Sawit, Senin (18/12/2017) sekira pukul 17.30 Wib.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK MH dikonfirmsi melalui Paur Humas Ipda Suheri Sitorus Senin malam menjelaskan, kronologis kejadian pada Senin Kapolsek Rambah Hilir Iptu Budi Ikhsani mendapat informasi dari masyarakat melalui HP yang melaporkan telah ditemukan mayat di DK 3 Desa Pasir Jaya.

Atas informasi tersebut, Kapolsek bersama anggota langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara untuk memastikan informasi.

Sesampainya di TKP, disampaikan anak korban Yuda bahwa hari Senin (18/12/2017) sekitar pukul 09.30 Wib korban bersama anaknya Yuda pergi memanen buah kelapa sawit di kebunnya sendiri yang berada di DK 3 Desa Pasir Jaya.

Setelah selesai memanen sekitar pukul 16.30 Wib, anak korban Yuda pulang ke rumahnya di Simpang D dan sekira pukul 17.00 Wib ada tamu ingin memasang gigi palsu.

Lalu istri korban menyuruh anaknya Yuda menelpon bapaknya tetapi tidak diangkat, lalu istri korban menyuruh Yuda untuk menjemputnya ke kebun sawit.

Sesampainya di kebun sawit, anaknya tidak menjumpai bapaknya. Lalu mencari di sekitar kebun sawit karena bapaknya suka mencari kroto (telur semut).

Anak korban Yuda melihat warga bernama Jeni dan beberapa warga di pinggir jalan sekira 50 meter dari tempat korban memanen sawit dan Jeni langsung memberitahukan kepada Yuda kalau bapaknya tergeletak di kebun sawit.

Kemudian Yuda pergi ke pasar atau pemukiman warga untuk minta pertolongan kemudian warga mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan.

Belum diketahui penyebab meninggalnya korban, namun dari informasi dan interogasi terhadap anak korban yang menerangkan kalau bapaknya sejak tahun 2015 mengalami sakit gula dan jantung.

Saran Polisi untuk membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum dan otopsi ditolak oleh keluarga korban dan menerima dengan ikhlas kejadian ini. Korban kemudian dibawa ke rumahnya menggunakan mobil Patroli serta polisi membuatkan surat pernyataan istri korban kalau tidak bersedia dilakukan otopsi.

"Jenazah korban disemayamkan di rumah duka dan keluarga tidak mau dilakukan otopsi, menerima kejadian yang terjadi dengan membuat surat pernyataan," pungkasnya.

Penulis
: Deddy
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)