Tragis, Siswa SMKN 1 Rengat Ini Bunuh Diri Gunakan Dasi

datariau.com
6.067 view
Tragis, Siswa SMKN 1 Rengat Ini Bunuh Diri Gunakan Dasi
Heri
Korban yang gantung diri.

RENGAT, datariau.com - Yandra Agung Gumelar (15) pelajar Kelas 10 SMKN 1 Rengat Jl Kuantan Timur RT 11, RW 06 Desa Pasir Kemilu Kecamatan Rengat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan dasi.

"Benar, pada hari Kamis (26/1/2017) sekitar pukul 21.30 Wib telah terjadi peristiwa meninggal dunia karena gantung diri di Jl Kuantan Timur RT 11, RW 06 Desa Pasir Kemilu Kec Rengat. Korban atas nama Yandra Agung Gumelar usia 15 tahun," ungkap Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni SIk melalui selulernya, Jumat (27/1/2017).

Kronologis kejadin, pada Kamis (26/1/2017) sekitar pukul 20.00 Wib, ayah korban Susalam bersama ibu korban Suparmi dan abang korban M Hadi Herwandi dibantu teman korban Pandi melakukan aktivitas membungkus kerupuk di ruangan tengah rumah di Jl Kuantan Timur Rt 11 Rw 06 Desa Pasir Kemilu Kec Rengat. Kegiatan ini biasa dilakukan untuk kemudian kerupuk dijual.

Karena korban Yandra tidak ada keluar dari kamarnya dari pukul 20.00 Wib, sekira pukul 21.30 Wib teman korban Pandi kemudian mendorong pintu kamar korban. Karena pintu kamar dalam keadaan terkunci selanjutnya teman korban mengintip ke arah dalam kamar melalui celah atau lobang yang ada di dinding kamar, pada saat itu teman korban melihat bahwa Yandra dalam keadaan tergantung di dalam kamarnya tersebut.

"Melihat kejadian itu kemudian teman korban memberitahukan kepada abang korban dengan perkataan, Bang, Yandra Gantung diri," kata Polres menirukan.

Abang korban menjawab "Ah masak iya," selanjutnya Pandi berkata "Sumpah bang, Lillahi ta'ala," mendengar kesaksian Pandi tersebut kemudian abang korban bersama kedua orangtuanya langsung mendobrak pintu kamar korban.

Menyaksikan hal tersebut selanjutnya ayah korban langsung mengambil inisiatif memotong dasi yang digunakan untuk gantung diri. Dan selanjutnya pihak keluarga membawa korban ke Puskesmas Sipayung Rengat guna memastikan korban masih hidup atau sudah meninggal.

Setelah pihak puskesmas memastikan bahwa korban sudah meninggal, selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan di rumah duka. "Pihak keluarga menolak untuk dilakukan VER dan Autopsi terhadap korban," pungkas Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni SIk.

Apa penyebab korban gantung diri masih diselidiki. Beberapa keluarga dan kerabat dekat saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dan tim datariau.com juga turut menggali informasi tentang keseharian korban, sehingga dapat diketahui persoalan apa yang menyebabkan korban berbuat konyol tersebut.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)