Sementara Bupati Inhil HM Wardan, memaparkan beberapa upaya yang sudah dilakukan untuk menyelamatkan perkebunan masyarakat. Dianataranya, pembangunan, tanggul (trio tata air), menyediakan bibit dengan sistem peremajaan kebun dan pemberian alat berat berupa ekskavator, walau dengan banyak keterbatasan, hal tersebut tetap menjadi prioritas
"Walau memiliki keterbatasan kemampuan anggaran, hal ini tetap menjadi komitmen kami di daerah untuk menyelamatakan perkelapaan Indonesia khususnya di Indragiri Hilir," jelas Bupati Inhil HM Wardan.
Dari luas perkebunan kelapa yang ada, sebagain besar adalah milik masyarakat. Itulah salah satu dasar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil sangat antusias dalam memperjuangkan penyelamatannya dan hampir 70 persen masyarakat didaerah bergantung pada sektor perkelapaan.
"Mau tidak mau ddalam hal ini, harus ada peran pemerintah pusat. Minimal dalam mencarikan investor dibidang perkelapaan. Dengan begitu bisa membantu menyelamatkan perkebunan kelapa yang ada," harapnya.
Sektor perkelapaan di Inhil memiliki potensi yang cukup besar. Terlebih jika tidak ada kondisi perkebunan yang rusak. Dari sisi geografis, daerah itu terletak diantara beberapa negara maju. Seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Dengan kondisi itu jelas sangat diuntungkan. (adv/Diskominfo)