Orangtua Lalai Saat Melihat Binatang Siamang, Jari Balita Putus

datariau.com
2.162 view
Orangtua Lalai Saat Melihat Binatang Siamang, Jari Balita Putus

BLITAR, datariau.com - Seorang balita, pengunjung Taman Rakyat Kebon Rojo Kota Blitar, terpaksa dibawa ke RS Budi Rahayu untuk mendapat penanganan medis. Jempol tangan kanannya putus dan kepala bagian kiri mengalami luka cakar.

Aisyah (1,5), diserang seekor siamang dari dalam kandang, saat lepas dari pantauan orangtuanya. Dengan kondisi penuh darah, Aisyah dibawa ke RS Budi Rahayu untuk mendapat penanganan medis.

Terdengar tangisan keras balita itu saat memasuki ruang UGD. Dalam pelukan sang ayah, luka Aisyah dibersihkan oleh dokter jaga dan beberapa perawat.

"Kejadiannya sekitar pukul 12.00 WIB tadi. Saya ajak jalan-jalan melihat beberapa hewan yang dipelihara di sana. Pas di dekat kandang Siamang, tiba-tiba lepas dari tangan saya. Terus tangan siamang yang keluar dari kandang bagian bawah menarik tangan anak saya sampai jempolnya putus itu," jelas ayah korban, Khomad Mujaidin (33) dikutip detikcom.

Saat itu, tambah Khomad, dia sempat menarik anaknya. Namun karena siamang mencengkeram tangan anaknya cukup kuat akhirnya mengakibatkan luka di tangan bagian jari jempol kanan dan kepala akibat cakaran. Aisyah berhasil lepas dari cengkeraman Siamang saat pawangnya datang menenangkan.

Namun, RS Budi Rahayu Kota Blitar tidak mampu memberikan penanganan medis Aisyah.

"Kondisi korban saat dibawa kesini tadi, jari jempol itu sudah putus satu ruas dan orang tuanya minta disambung. Tapi karena peralatan di sini kurang memadai dan butuh penanganan cepat, ini tadi dirujuk dan diantar ambulance sini ke RSSA Malang," jelas perawat yang menangani korban, Parti kepada wartawan di RS Budi Rahayu, Sabtu (1/7/2017).

Parti menjelaskan, pihak RS Budi Rahayu hanya melakukan pembersihkan untuk mengantisipasi terjadinya peradangan dan menyebarnya infeksi. Sedangkan untuk penanganan operasi penyambungan juga deteksi kemungkinan adanya bakteri rabies dari Siamang, akan dikerjakan RSSA Malang.

Sementara ayah korban, Khomad Mujaidin bersama istrinya Eka Agustinawati (28) warga Desa Bendowulung Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar, hanya bisa pasrah harus dirujuk ke Malang.

Diantar ambulance milik RS Budi Rahayu, kedua orang tua Aisyah beserta beberapa anggota keluarga berangkat ke Malang sekitar pukul 15.15 wib.

Tampak kakek korban yang tidak mau menyebutkan namanya, mengantar keberangkatan sang cucu dengan tetesan air mata. Kaos yang dipakai kotor terkena ceceran darah cucunya yang minta digendong saat ditangani tim medis.

"Kasihan cucu saya, baru belajar jalan itu. Ini tadi pak polisi sudah kesini tapi kami belum kepikir untuk lapor polisi. Yang penting luka cucu saya cepat sembuh, itu saja," katanya sambil berlalu naik sepeda motor meninggalkan UGD RS Budi Rahayu Kota Blitar.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)