Sampan Ditumpangi Terbalik, Anak Usia 4 Tahun Warga Desa Tarai Bangun Tenggelam Belum Ditemukan

datariau.com
943 view
Sampan Ditumpangi Terbalik, Anak Usia 4 Tahun Warga Desa Tarai Bangun Tenggelam Belum Ditemukan
Foto: Humas Polres Kampar
Suasana pencarian korban tenggelam.

SALO, datariau.com - Seorang balita Naurel (4) tenggelam di Sungai Kampar, Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, tepatnya di Sungai Gelombang. Sampai saat ini korban belum ditemukan, Kamis (8/2/2024) sekira pukul 16.00 WIB.

Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kapolsek Bangkinang Barat IPTU Rian Onel mengatakan, bahwa satu korban seorang anak perempuan yang masih berusia 4 tahun.

"Korban bersama 4 orang lainnya mengalami musibah, karena sampan yang digunakan terbalik sehingga korban hanyut dan tenggelam. Sampai malam ini (Kamis) korban belum berhasil ditemukan," ungkap Kapolsek.

Awalnya kejadian ini, Zulfahmi (38) warga Desa Tarai Bangun bersama Sarkani (18), Balqis (12), Fairel (5) dan Naurel (4) anak dari Zulfahmi, sekira pukul 14.30 Wib korban bersama orang tuanya dan 4 orang lainya ingin pergi ke kebunnya yang berada di seberang Sungai Gelombang, menggunakan sampan miliknya.

Sesampainya di tengah sungai, sampan yang ditumpangi karam dan terbalik, saat sampan karam korban meminta tolang kepada warga sekitar.

Kemudian warga yang berada di sekitar bernama Iwan langsung membantu dan berhasil menolong 2 orang korban Sarkani dan Fairel.

Sedangkan warga lain Supi berhasil menolong Balqis ke pinggir sungai. Sedangkan Zulfahmi orang tua korban masih berada di tengah sungai berusaha mencari anaknya Naurel.

"Dan korban tidak ditemukan oleh ayahnya dan sampai malam ini terus dilakukan pencarian korban," jelasnya.

Atas kejadian tersebut 4 orang korban sampan tengelam berhasil diselamatkan dan 1 korban Naurel hanyut tengelam.

"Sekira pukul 17.00 Wib, Tim BPBD Kabupaten Kampar dan Tagana tiba di lokasi kejadian," ujar Rian.

Jajaran Polsek Bangkinang, BPBD Kampar, Tagana Kampar dan warga sekitar masih terus berusaha mencari korban.

"Mohon bantuannya dan doa dari seluruh masyarakat, agar korban segera ditemukan," pungkas IPTU Rian. (das)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)