BAGANSINEMBAH, datariau.com - Cerita lain dari penggusuran rumah liar yang berdiri di daerah median jalan kecamatan Bagansinembah dimuat di media online Riau yakni datariau.com. Atas berita online itu, mendapat respon baik dari berbagai pihak.
Kakek Suharto yang akrab disapa Kek Bio yang merupakan warga Bahtera Makmur lahir pada tahun 1925 korban dari pengusuran rumah liar Jalan Lintas Riau-Sumut tepatnya KM 5 Bahtera Makmur tadi sore, Jumat (24/11/2017) dibantu oleh organisasi Solidaritas Umat Berbagi (Sumber) Rokan Hilir.
"Tadi kita sudah ketemu dengan Kakek Bio itu habis shalat Ashar hari Jumat (24/11/2017) sekitar pukul 17.30 WIB. Begitu dapat informasi dari salah satu warga Bagan Batu, Winda Mayasari Galaxy melalui situs media online Datariau.com. Selanjutnya, kita cari infonya, setelah cari infonya kita kunjungan, ternyata kakek Bio itupun tinggal bukan rumah dia dan hanya menumpang di tempat orang setelah rumah miliknya digusur," ungkap Ketua SUMBER Rokan Hilir, Randi Satris SH didampingi Wakil Ketua Diamansya SH, melalui Seketaris Sumber, Suherman MKs kepada Datariau.com, Jumat (24/11/2017).
"Kemudian, setelah ditanyakan diberikan tumpangan sama orang, kita tanyakan sama kakek Bio di tempat dia mengemaskan bututnya, yang sehari-hari pekerjaanya keliling dengan sepeda ontelnya. Setelah itu kita ajak makan untuk dia. Udah makan kakek, belum katanya, dan tanyakan pengalamannya, bagaimana kehidupanya dan lain sebagainya," katanya.

Selanjutnya, setelah didengar semuanya kisah kakek Bio dipertanyakan lagi, dimana tinggal kakek saat ini, ternyata sementara menumpang hingga nantinya bisa membangun pondok lagi.
Setelah cerita panjang lebar, Kakek Bio diantar pulang lagi dan ternyata benar kakek itu orang lama di daerah itu.
"Kita berikan santunan dari orang-orang yang peduli sama kekek ini. Tak hanya itu, ditanyakan kalau malam minum apa, ia mengatakan malam minum air panas, ada termos, kalau tidak ada biar kami belikan. Insya Allah besok pagi termos kita kasih sama kakek itu," ungkap Suherman lagi.
Salain itu, kebetulan di daerah itu juga ada anak yang pintar, tapi dari kaum dhuafa. "Jadi kita berikan bantuan sekalian biaya siswanya dan juga bantuan untuk kaum dhuafa tadi kakek Bio," katanya.

Selain dari pada itu, Sumber Rokan Hilir berharap kepada Upika Kecamatan Bagan Sinembah yang mempunyai kekuatan dan punya power untuk memperhatinkan warganya. "Jadi harapan kita, dengan penggusuran itu kita Sumber Rokan Hilir mendukung pengusuran itu, tapi di segi lain berikan sosialisasi yang terbaik bagaimana mereka dimanusiakan dengan cara manusia," harapnya.
Menurutnya, setelah digusur dan walaupun mereka tahu di tanah larangan DMJ, namun paling tidak ada solusi yang terbaik diberikan oleh Pemerintah dan orang-orang yang peduli.
"Dan kita bersatu untuk peduli seperti orang-orang seperti itu. Ketika digusur Sumber setuju, dan kita berharap pendataan kota yang lebih baik dan satu sisi juga Sumber berharap berikan solusi yang terbaik. Diminta agar tidak terjadi kemungkinan di kedepanya hal seperti ini lagi. Inikan menjadi dampak sosial," katanya.
"Tapi memang kalau kakek itu, awalnya kami sudah tahu. Cuman, kami tidak menyangka kalau kakek itu yang kami datangkan. Selama ini kami tahu kakek itu sering naik sepeda, bahkan bawa bendera untuk mencari butut di sana-sini. Jadi, setelah kami kunjungan ke situ kami semua jadi terkejut. Loh, kakek ini rupanya dan kami tidak terlalu canggung lagi, ya udah kami bawa cerita," bebernya.
Namun, lanjutnya, perlu diketahui masalah dana dari Sumber mendapatkanya dan dari mana sumber dana ini. "Sumber ini dananya dari kami orang-orang yang Allhamdullilah jika mempunyai kecukupan rezeki didonasikan. Contoh seperti kak Linda dia mendonasikan danaya, Quality Fried Chicken, pimpinan cabang Bank Riau, Bank BSM, pimpinan Cabang Bank dan orang-orang Mahkota dan orang-orang lainya yang mempercayai dananya untuk dikelola oleh Sumber," jelasnya.
"Setelah itu kita donasikan, kita serkan dan viralkan dan beri tahukan kepada donatur bahwa ini sudah tersalurkan. Jadi danaya dari itu dan tidak ada berhubungan dengan partai-partai politik manapun. Dana ini untuk kegiatan sosial dan paling tidak masyarakat tahu ada yang peduli terhadap masyarakat kurang mampu," ceritanya menjelaskan.
Selain itu, Sumber Rokan Hilir juga sedang memviralkan Jampersal bahwasanya banyak warga-warga miskin dan tidak tahu program pemerintah ini.
"Jadi tugas Pemerintah dan kita semua yang peduli dalam memviralkan dan memberitahukan serta mensosialisasikan, bahwa pemerintah menjamin bagi keluarga yang tidak mampu untuk melahirkan secara gratis melalui rumah sakit yang ditunjuk dan dirujuk oleh Puskemas-Puksemas dan Pemerintah setempat," katanya.
"Makanya kita viralkan itu, dan sekali pukulan telak bagi Dinas Sosial, kesehatan dan orang-orang peduli. Jadi mereka juga harus peka dan jadi pukulan untuk mereka bahwasannya ada orang yang peduli bukan bidanganya. Semoga bermanfat bagi masyarakat Rokan Hilir ini," bebernya.