KAMPAR, datariau.com - Setelah melakukan pencarian, akhirnya Tim SAR dibantu warga berhasil menemukan jasad siswi SD yang bernama Tiara Santika (11) yang tenggelam di Sungai Kampar Pulau Sialang Rumbio pada Jum'at (13/1/2017) lalu, sudah ditemukan pada Sabtu kemarin.
"Jasad korban sudah ditemukan, sekitar 50 meter dari tempat tenggelam," ujar Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata melalui Paur Humas Polres Kampar Iptu Deny Yusra, dikonfirmasi Sabtu petang.
Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka dan untuk dilaksanakan pengurusan jenazah dan dimakamkan secara layak.
"Ini pelajaran buat kita semua orang tua untuk sama-sama mengawasi agar anak-anak kita tidak mandi di sungai Kampar apalagi dengan kondisi arus air pasang," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah perempuan Tiara Santika (11) warga Penyasawan, Kecamatan Kampar yang merupakan pelajar kelas 6 SD 08 Pulau Sialang diseret arus sungai Kampar.
Peristiwa ini terjadi Jumat (13/1/2017) sekira pukul 16.30 WIB, di Dusun Pulau Sialang desa Rumbio, Kecamatan Kampar. Korban merupakan anak dari Zulfahmi (47) dan Ernawati (45). Korban pulang sekolah langsung mandi bersama dua teman lainnya yaitu Sisiliana (10) dan Cici (11).
Hal ini disampaikan oleh Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata Sik melalui Paur Humas Polres Kampar Iptu Deni Yusra saat dikonfirmasi datariau.com, Sabtu pagi.
"Usai terima laporan kita langsung menghubungi Tim Sar Pekanbaru. Namun sampai sekarang korban belum ditemukan," jelasnya.
Peristiwa yang sempat menghebohkan warga ini berawal ketika korban bersama dua temannya baru pulang dari MDA Al Islam Rumbio Desa Rumbio Kecamatan Kampar. Kemudian korban dan kawan-kawannya pergi mandi ke sungai Kampar yang berjarak dari MDA sekitar 300 meter di Dusun Pulau Sialang Desa Rumbio.
Selanjutnya pada saat korban dan temannya mandi di sungai Kampar tiba-tiba korban terbawa arus sungai Kampar. Lalu, kedua temannya berusaha menolong korban. Namun mereka tidak bisa dan berteriak meminta tolong kepada warga yang ada di sekitaran sungai.
"Warga berdatangan mencari korban yang tenggelam dan warga berusa mencari korban sampai saat ini," tambah Deni.
Dugaan penyebab tenggelamnya korban karena tidak bisa berenang dan derasnya arus sungai di tempat tersbut sehingga korban terseret arus sungai.
Kapolsek Kampar AKP Hendri bersama Tim Sar sebelumnya terus mencari korban. Polres Kampar mengimbau agar tidak ada lagi kejadian serupa, maka para anak-anak atau orang dewasa jangan mandi di Sungai Kampar jika tidak bisa berenang, karena dapat mengakibatkan korban jiwa.
"Kita berharap agar pihak-pihak yang terkait memeberikan himbauan di sepanjang tepi sungai Kampar untuk tidak mandi/berenang bagi anak dibawah umur, tidak bisa berenang maupun yang mengidap penyakit tertentu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," tandas Deni Yusra.