Gawat, Sejumlah Makanan di Pasar Rakyat Rengat Inhu Positif Mengandung Zat Berbahaya

datariau.com
4.800 view
Gawat, Sejumlah Makanan di Pasar Rakyat Rengat Inhu Positif Mengandung Zat Berbahaya
Heri
BPOM Riau saat meninjau makanan di Inhu.

RENGAT, datariau.com - Lagi, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Riau di bulan Ramahdan menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya di makanan buka puasa (ta'jil). Sebelumnya bulan Ramahdan tahun 2016 lalu, BPOM Riau juga temukan makanan yang berbahaya di Kabupaten Inhu.

Sedikitnya ada lima jenis makanan positif mengandung zat berbahaya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Rakyat kota Rengat belum lama ini. Penemuan makanan mengandung racun tersebut setelah 9 orang dari BPOM didampingi Disperindagpas Inhu dan Dinas Kesehatan Inhu mengambil sebanyak 14 sampel makanan di Pasar Rakyat yang terindikasi menggunakan zat berbahaya.

Sebanyak 14 sampel tersebut langsung dilakukan pengujian pada mobil labor milik BPOM yang langsung dibawa ke Pekanbaru.

Lima makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut yakni kerupuk nasi, kerupuk merah, mie kuning dan kerupuk putih. Empat jenis makanan ini mengandung borax. Sementara satu jenis makanan lainnya yakni terasi mengandung rodamin. Terakhir diketahui dari pedagang tersebut, bahwa terasi tersebut didapat dari Sungai Salak kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

"Kegiatan ini sudah kami lakukan di kabupaten/kota lainnya di Riau dan sekarang di Inhu dan kami akan keliling seluruh Kabupaten di Riau ini," terang Syarmida Apt sebagai Ketua Tim BPOM Riau, Kamis (15/6/2017) kepada sejumlah awak media di Rengat.

Sambungnya, hal ini penting dilakukan untuk melindungi masyarakat dari makanan yang bisa membahayakan kesehatan, jika di dalam makanan tersebut mengandung pengawet yang tidak semestinya untuk makanan maupun zat lain yang membahayakan kesehatan.

Disinggung soal sanksi terhadap pemilik makanan yang didapati mengandung bahan membahayakan kesehatan, Syarmida mengaku pihaknya akan melakukan pembinaan. Agar penjual atau pembuat tidak mengulangi lagi hal yang merugikan orang lain.

"Semua barang yang kita jadikan sampel semuanya kita catat dari pedagang mana namanya kita buat berita acara, terus barang ini diperoleh dari mana. Jadi ketika didapati makanan mengandung bahan membahayakan kesehatan, maka kami bisa lebih mudah untuk melakukan pembinaan," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
Tag:BBPOMBpom
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)