Dosen STAI di Inhil Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

datariau.com
1.558 view
Dosen STAI di Inhil Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya
Riauterkini.com

TEMBILAHAN HULU, datariau.com - Diduga akibat tersetrum listrik, Basir (36) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Sapta Marga, Gang Samarinda 3, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu, Selasa (27/12/2016) sekira pukul 10.30 WIB.

Korban yang juga berprofesi sebagai dosen STAI Auliaurrasyidin Tembilahan ini ditemukan tewas tertelungkup di bawah meja di rumahnya tersebut setelah diketahui selama 2 hari tidak keluar dari rumahnya.

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Raymond Tarigan SSos mengatakan, penemuan mayat tersebut berawal dari informasi yang diperoleh personel Polsek Tembilahan Hulu dari masyarakat bahwa rumah korban yang berada di Jalan Sapta Marga, Gang Samarinda 3, sudah 2 hari dalam keadaan terkunci. Setelah diintip dari jendela samping, terlihat kaki korban yang tidak bergerak lagi.

Berdasarkan informasi tersebut, Kapolsek memerintahkan personel Polsek Tembilahan Hulu dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu IPDA Andi Aceh untuk mendatangi TKP dan ketika sampai di TKP, petugas menemukan pintu rumah korban dalam keadaan terkunci.

"Kemudian personil Polsek Tembilahan Hulu bersama dengan Ketua RT dan masyarakat mendobrak pintu rumah korban dan setelah masuk ke rumah, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi telungkup dibawah meja memakai celana kain berwarna hitam tanpa baju dengan tangan memegang kabel listrik," ungkap Kapolsek.

Atas penemuan mayat tersebut setelah pihak Polsek Tembilahan Hulu berkoordinasi dengan Polres Inhil dilakukan olah TKP terhadap mayat itu dan selanjutnya mayat dievakuasi menggunakan mobil ambulance menuju ke kamar mayat RSUD Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan visum et revertum.

"Korban diduga meninggal akibat tersengat strum aliran listrik," terang Tarigan.

Setelah dilakukan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Della, tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan terhadap korban.

Sekira pukul 14.00 WIB, pihak Polsek Tembilahan Hulu telah menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga yang diterima oleh adik kandung korban Saodah dan pihak keluarga menyatakan bahwa mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan kemudian membuat pernyataan bahwa keluarga tidak bersedia jenazah korban untuk diautopsi.

"Pihak keluarga menyatakan bahwa korban akan dibawa ke Desa Benteng Utara, Kecamatan Sungai Batang untuk dimakamkan," pungkasnya.

Editor
: Riki
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)