SIAK, datariau.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polsek Sei Apit telah dilakukan upaya pemadaman dan pendinginan terhadap Karhutla di Dusun I Kampung Bunsur Kecamatan Sei Apit Kabupaten Siak, Senin (26/2/2018) sekira pukul 09.00 WIB. Dibantu Helikopter Water Bombing, sesuai hasil pantauan pada titik koordinat Long: 102.1827 dan Lat: 1.0343, Confidence 86 persen.
Dalam penanganan Karhutla di Kampung Bunsur Kecamatan Sei Apit, Senin (26/2/2018) kemarin. Melibatkan TNI-Polri dengan kuat personil, 5 orang anggota Polri, 5 orang anggota TNI, 4 orang Masyarakat Peduli Api (MPA) Kampung Bunsur, 2 orang MPA Kampung Lalang, 3 orang anggota pemadam kebakaran (Damkar) Sei Apit, 9 orang Manggala Agni, 6 orang anggota Tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi, 15 orang anggota Sukarelawan dan perangkat Kampung Bunsur dan Kampung Lalang Kecamatan Sei Apit Kabupaten Siak.
"Karhutla di Kampung Bunsur diketahui ada satu titik api, dengan kondisi lokasi yang terbakar semak belukar sehingga api cepat meluas," kata Kapolres Siak AKBP Barliansyah SIK melalui Kapolsek Sei Apit AKP Hendrix SH MH, Senin (26/2/2018) kemarin.

Sebelumnya jumlah titik api diketahui cuma ada satu titik api yang terjadi di Kampung Bunsur Kecamatan Sei Apit Kabupaten Siak, Senin (26/2/2018) kemarin. Sedangkan luas yang terbakar lebih kurang 5 hektare, untuk kondisi lokasi yang terbakar dengan kondisi semak belukar yang sebagian sudah ditanami oleh sawit berumur lebih kurang 1,5 tahun, dengan kondisi (tekstur) tanah gambut.
"Diketahui lokasi yang terbakar diperkirakan seluas lebih kurang 5 hektare, dengan lokasi yang telah ditanami sawit berumur 1,5 tahun. Sementara kondisi tanah gambut," ungkap Kapolsek Sei Apit AKP Hendrix SH MH, Senin (26/2/2018) kemarin.
Sebelumnya tim telah melakukan peninjauan dan pengecekan dengan menggunakan sepeda motor sejauh lebih kurang 3 kilometer dan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter menuju lokasi lahan yang terbakar tersebut.

Kemudian tim melakukan pemadaman dan pendinginan yang melibatkan personil Polsek Sei Apit bersama tim dilokasi lahan yang terbakar dengan menggunakan alat pemadam diantaranya seperti 2 unit mesin pompa air mini Stricker milik Satgas MPA Kampung Bunsur, 1 unit mesin pompa air mini Stricker milik Satgas MPA Kampung Lalang, 3 unit mesin pompa air mini Striker milik RPK PT Arara Abadi, 1 unit mesin pompa air Maxtri milik Satgas Manggala Agni.
"Sebelumnya tim telah melakukan peninjauan dan pengecekan lokasi dengan menggunakan sepeda motor sejauh 3 kilometer dan berjalan kaki hingga 500 meter," jelas Kapolres Siak AKBP Barliansyah SIK melalui Kapolsek Sei Apit AKP Hendrix SH MH kemarin.
Dijelaskannya, dalam penanganan Karhutla di Kampung Bunsur tersebut mendapat bantuan dari Helikopter Water Bombing. Hingga saat ini (kemarin) masih beroperasi untuk melakukan penyiraman di lokasi Karhutla tersebut hingga pukul 17.00 WIB.

Ditambahkan Kapolsek Sei Apit AKP Hendrix SH MH yang mengatakan bahwa lokasi lahan yang terbakar tersebut terdapat dilahan milik warga yang belum diketahui siapa pemiliknya, sedangkan kondisi lahan semak belukar dan sebagian ditanami sawit. Namun, api dilokasi Karhutla tersebut sebagian telah berhasil dilakukan pemadaman dan pendinginan.
"Lokasi Karhutla dapat dilakukan pemadaman dan dilakukan pendinginan. kondisi tanah gambut dan tidak adanya sumber air yang dekat dengan TKP, sehingga tim membuat beberapa sumur secara manual agar api tidak merambat ke lahan lain," pungkas Kapolsek Sei Apit AKP Hendrix SH MH, Senin (26/2/2018) kemarin.
Lanjut Kapolsek Sei Apit menceritakan sebelumnya Helikopter Water Bombing saat itu ikut membantu melakukan pemadaman dan pendinginan. Hingga sekira pukul 19.00 WIB, tim Polsek dan Danramil bersama Camat Sei Apit memutuskan menghentikan melakukan pendinginan. Mengingat karena rawan di malam hari dengan jarak tempuh yang juga jauh.