RENGAT, datariau.com - Persoalan mahalnya uang sewa ambulan di Puskesmas Lirik terhadap salah satu korban meninggal dunia mendapat perhatian semua pihak. Beberapa saksi di lapangan menyebutkan kronologis kejadian.
Dimana, saat itu keluarga almarhum Amril membutuhkan ambulan Puskesmas Lirik untuk mengantarkan jenazah Amril yang meninggal dunia secara tiba-tiba di daerah itu saat mennjalankan tugas mengantarkan barang dari Jakarta ke Kota Pekanbaru.
Rencananya, jenazah Amril akan diantar ke Kabupaten Pariaman Provinsi Sumbar tempat keluarganya tercinta yang sudah menunggu kedatangan jenazah. Namun sungguh terkejut pihak keluarga yang tengah berduka ini, karena pihal puskesmas meminta Rp8 juta biaya mengantarkan jenazah menggunakan ambulan puskesmas.
"Karena terlalu mahal, Nasrul yang merupakan kawan almarhum Amril telepon bosnya yang ada di Pekanbaru, lalu bos Nasrul yang juga bos almarhum Amril telepon RS Awal Bros. Setelah telepon dan mobil ambulan RS Awal Bros mengarah ke Inhu, Nasrul ditarik agak jauh dari kerumunan orang oleh Anggota Puskesmas Lirik yang sebelumnya mengatakan biaya mengantar itu 8 juta," kata Danil.
Saat itu, lanjut Danil yang berada di lokasi kejadian, Nasrul ditawarkan lagi ambulan puskesmas mengantarkan jenazah Amril bisa dengan dana Rp3 juta. Karena sudah dipesankan ambulan RS Awal Bros yang juga anggarannya Rp3 juta, akhirnya teman almarhum tidak menggubris tawaran itu karena sudah terlebih dahulu syok dengan tawaran awal Rp8 juta.
"Padahal sebelumnya biaya Rp8 juta itu sempat Kapolsek Lirik tawar, bisa tidak kurang dari Rp8 juta, pinta Kalpolsek Lirik, namun dijawab oleh anggota puskesmas tidak bisa, tidak bisa pak kurang dari 8 juta," sebut Danil menirukan percakapan itu.
Pihak puskesmas saat dikonfirmasi sebelumnya melalui Kepala UPT Puskesmas Lirik dokter Prawira Nofa saat dikonfirmasi datariau.com melalui selulernya, Kamis (26/1/2017) mengatakan, bahwa dirinya tidak tahu pasti berapa ongkos ambulan sampai ke Sumbar.
"Memang benar saat ini sedang tersebar isu bahwa untuk antarkan jenazah supir truk yang meninggal di Puskesmas kemarin dimintai Rp8 juta oleh anggota saya. Tapi saya sampai saat ini belum mendapatkan keterangan pasti dari anggota saya tersebut. Karena dia tidak masuk pada hari ini," jelas dokter Prawira Nofa kemarin.
Ditanya siapa nama anggota Puskesmas Lirik yang telah mematokan sewa ambulan sampai Rp8 juta, dijelaskan dokter Prawira Nofa anggota puskesmas itu bernama inisial IS. "Hari ini dia tidak masuk, besok akan saya panggil dan pertanyakan hal itu, benar apa tidak. Dan tadi pun pak Camat Lirik pertanyakan hal yang serupa," terangnya.
Sementara itu, Camat Lirik Suhadi SE saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya juga sudah mendengar adanya informasi sewa ambulan puskesmas yang dinilai mahal ini. Dirinya juga sudah mengkonfirmasi kepada dokter yang bertanggung jawab di puskesmas terkait isu tersebut.
"Tadi dokter yang bertanggujawab di Puskesmas Lirik sudah saya panggil, namun dokter tersebut juga tidak mengetahui hal tersebut, dokter Prawira Nofa akan memanggil anggotanya, jadi kita tunggu saja dulu keterangan dari anggota puskesmas tersebut," tegasnya.
Almarhum Amril yang merupakan supir truk Colt Diesel engkel box dengan alamat KTP Cipinang Muara RT 015 RW 003 Kelurahan Cipinang Jaktim Kabupaten Pariaman Provinsi Sumbar meninggal dunia secara tiba-tiba karena mengalami sesak nafas dan asam lambung. Dia dari Jakarta hendak mengantarkan barang ke Kota Pekanbaru.