PEKANBARU, datariau.com - Meskipun kabut asap semakin tebal menyelimuti Kota Pekanbaru, namun sampai hari ini Selasa (1/9/2015) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru belum mengeluarkan intruksi untuk meliburkan semua sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Zulfadil mengatakan, bahwa pihaknya tidak bisa langsung mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah tanpa adanya dasar rekomendasi Diskes dan BLH.
"Sesuai dengan alat pemantau kualitas udara pada display saat ini menunjukkan bahwa kualitas udara di Pekanbaru masih dalam kategori sedang, sehingga belum dapat mengambil keputusan untuk meliburkan para siswa," ujarnya, Selasa (1/7/2015).
Zulfadil menerangkan, bagi sekolah yang kualitas udara di daerahnya sudah sangat pekat, maka dapat mengambil kebijakan untuk meliburkan siswanya. Seperti wilayah Tampan, Payung Sekaki dan beberapa daerah pinggiran lainnya.
"Untuk daerah yang kabut asapnya tebal dan dirasa bisa mengganggu kesehatan anak-anak, maka kita memberikan kewenangan bagi kepala sekolah untuk memulangkan anak didiknya dan bahkan meliburkannya," jelasnya.
Ketika ditanya berapa sekolah yang melapor atau mengajukan surat meliburkan anak didiknya karena asap, Zulfadil mengaku belum menerima laporan. Kemungkinan besar sudah ada masuk ke Kabid.
"Sudah ada sekolah yang melapor ke Kabid untuk meliburkan siswa. Namun jumlahnya belum banyak, yang jelas kalau pihak sekolah sudah merasakan kabut asap sudah masuk ke ruangan dan berdampak mengganggu kesehatan siswa. Maka pihak sekolah boleh mengajukan untuk memulangkan atau meliburkan siswanya," tutupnya.
Walikota Pekanbaru H Firdaus MT juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, sejalan dengan semakin tebalnya kabut asap.
"Dampak kabut asap ini sangat banyak, bukan hanya terhadap kesehatan tetapi juga perkembangan otak bagi anak-anak. Oleh sebab itu masyarakat dan para orangtua dihimbau untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan," tutupnya. (yan)