Turunkan Angka Stunting Nasional, Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Sosialisasi di Kelurahan Delima Pekanbaru

datariau.com
1.612 view
Turunkan Angka Stunting Nasional, Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Sosialisasi di Kelurahan Delima Pekanbaru

PEKANBARU, datariau.com - Angka stunting balita di Riau menyentuh 22,3% di bawah dari rata-rata nasional yaitu 24,4% berdasarkan Provinsi, SSGI 2021. Walaupun angka tersebut di bawah rata-rata nasional namun target pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14% pada tahun 2024 haruslah terus didukung oleh aksi masyarakat, terutama Mahasiswa yang melakukan pengabdian kepada masyarakat daerah masing-masing.

Salah satu bentuk aksi yang dilakukan oleh Mahasiswa Kukerta UNRI 2022 adalah melakukan sosialisasi stunting bersamaan dengan pelaksaan posyandu balita di Kelurahan Delima RW 08, Rabu (13/7/2022). Mahasiswa Kukerta UNRI menyampaikan materi pentingnya pencegahan stunting sejak ibu mengandung hingga anak berusia dua tahun atau sering disebut 1000 hari pertama kehidupan.

1000 hari pertama kehidupan merupakan periode emas dimana pada periode ini terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat dan sangat mempengaruhi perkembangan anak di masa depan. Pada posyandu Teratai putih kelurahan delima ini, banyak ibu dan anak balita yang menghadirinya. Dengan besarnya antusias dari orang tua yang memiliki balita untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan balita menandakan orang tua di kelurahan delima juga peduli dengan isu stunting.

Kondisi stunting yang darurat inipun menjadikan Mahasiswa Kukerta Unri ikut berperan dalam penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia. KKN Balek Kampung di kelurahan Delima dibawah bimbingan DPL Dr Mayta Novaliza Isda MSi.

Baca juga: Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Workshop Pengembangan Media Interaktif Berbasis Video Animasi di SDN 002 Pasar Usang Baserah


KKN balek kampung ini terdiri 10 mahasiswa yang diketua oleh M Fajar Nugraha, terdiri dari beberapa fakultas diantaranya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakulttas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Aksi yang dilakukan oleh Mahasiswa Kukerta Unri adalah melakukan sosialisai peduli stunting. Sosialisasi dilakukan dengan media pamflet, leaflet dan diakhiri dengan pengisian kuisioner oleh orang tua yang menghadiri posyandu anak. Kegiatan sosialisasi ini disertai dengan diskusi untuk saling berbagi ilmu mengenai stunting di Kelurahan Delima.

Sebelum Mahasiswa Kukerta UNRI melaksanakan sosialisasi stunting, sudah terlebih dahulu mendiskusikan materi kepada pihak puskesmas Sidomulyo Rawat Inap. Diskusi ini dilakukan untuk mendapatkan arahan dari dinas kesehatan kota Pekanbaru.

Baca juga: Kukerta UNRI Desa Kuntu Ikut Menyemarakkan Peringatan 1 Muharram 1444


Materi-materi yang disampaikan dalam sosialisasi stunting tersebut antara lain, makanan pendamping ASI, pentingnya ASI, perkembangan anak dari bayi hingga berusia 24 bulan dan cara-cara pencegahan stunting sejak dini. Cara-cara pencegahan stunting yang disampaikan adalah memberikan makanan yang bergizi pada anak, memiliki sumber air bersih, memiliki jamban yang bersih dan melakukan 6 langkah cuci tangan menurut standart WHO.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan baik dari pihak puskesmas dan posyandu karena dengan adanya sosialisi ini dapat membantu dalam pencegahan stunting sejak dini. Dengan melakukan sosialisasi stunting ini, diharapkan dapat menjadikan balita di Kelurahan Delima sehat tanpa stunting. (rls)

Baca juga: Tim Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Kenakalan Remaja di SMPN 006 Lubuk Gaung
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)