Tim Kukerta UNRI Bantu Vaksinasi Massal di Kelurahan Binawidya

Ruslan
82 view
Tim Kukerta UNRI Bantu Vaksinasi Massal di Kelurahan Binawidya
Foto: Ist

DATARIAU.COM - Bus vaksin keliling menyambangi pekarangan perumahan royal platinum. tepat pukul 8 pagi itu. Jumat (4/6) kelurahan Binawidya mengadakan vaksinasi massal. Bus vaksinasi keliling ini difasilitasi oleh pemerintah yang bekerjasama dengan dinas perhubungan.

Dalam rangka mencegah penularan virus covid-19, pemerintah memberikan bahan antigenik kekebalan tubuh guna mengurangi penyebaran virus. Program vaksinasi merupakan program pemerintah yang ditujukan kepada seluruh masyarakat bekerja sama dengan satuan tugas (satgas) yang ada diseluruh daerah.

Vaksinasi adalah pemberian imun ke dalam tubuh guna memberikan kekebalan terhadap virus covid-19. Vaksin menjadi salah satu cara untuk menekan penularan corona.

Mahasiswa kuliah kerja nyata (kukerta) UNRI 2021 gelombang dua turut membantu kelurahan Binawidya dalam proses pendaftaran dan pendataan warga Binawidya untuk mengikuti vaksinasi.

Sekitar 85 persen warga binawidya mengikuti vaksinasi yang diadakan oleh satgas setempat. Kegiatan dimulai dengan registrasi dan pendaftaran para peserta. Kemudian diberikan form pendaftaran untuk mengisi data diri.

Setelahnya, mereka mengantri dan menunggu panggilan. Saat nama dipanggil, peserta memasuki bus untuk melakukan proses screening dan pengecekan. Jika lolos, peserta melakukan penyuntikan vaksin. Namun jika tidak, mereka dipersilahkan kembali kerumah.

Vaksinasi dimulai sejak pukul delapan pagi sampai menjelang zuhur dua belas siang. Kemudian dilanjutkan kembali pada pukul dua hingga empat sore dengan 2 bus vaksin keliling. 1 vial botol dibuka untuk 10 orang yang hanya bertahan selama 6 jam.

Oleh karenanya, untuk mencukupi 1 vial botol vaksin dikumpulkan peserta 10 orang untuk dilakukan penyuntikan oleh petugasnya.

Satu vial vaksin sinovac berukuran dua mililiter yang berlaku selama 6 jam. Satu vial hanya untuk 10 peserta penyuntikan.

Jika dihari yang telah dijadwalkan tidak memenuhi maka vial akan dicukupkan dengan mencari peserta lain.

Namun hingga sesi berakhir belum mencukupi kapasitas maka vial akan terbuang percuma.

Penyuntikan dilakukan oleh petugas dari rumah sakit setempat yakni Rumah Sakit Madani dengan mitra dinas perhubungan. Kegiatan ini sudah dikoordinasikan bersama kelurahan setempat.

Badan binaan keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas) juga turut membantu jalannya proses vaksinasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Syamsurizal selaku lurah di Kelurahan Binawidya, Megawati selaku sekretaris lurah dan jajaran kelurahan.

Babinsa, ketua karang taruna, Dinas Perhubungan serta kwartir Ranting Gerakan Pramuka Binawidya juga turut hadir mensukseskan acara tersebut.

Tim Kukerta Unri Pelopori Penanaman Tanaman Obat Keluarga

Peningkatan angka kasus pandemi kian hari kian melonjak. Asupan makanan sehat dan vitamin semakin diburu oleh masyarakat sehingga membuat ketersediaan makanan mulai menipis.

Produksi dan pengolahan vitamin yang memakan waktu yang lama serta harga yang yang meroket membuat kebutuhan masyarakat akan obat meningkat. Akibatnya, warga membutuhkan alternatif terkait obat herbal yang bisa ditemui dengan mudah disekitarnya.

Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan terutama dikala pandemi juga menjadi suatu persoalan yang dihadapi.

Menanggapi kondisi tersebut, ditemukanlah solusi berupa pembibitan dan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA).

Penanaman ini bertujuan memberikan edukasi dikalangan masyarakat terkait asupan atau obat herbal yang baik dikonsumsi dikala pandemi yang melanda seperti sekarang ini.

Selain itu, dalam rangka mengembangkan potensi di kelurahan Binawidya, kelompok kuliah kerja nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) 2021 mengadakan pembibitan dan penanaman tanaman obat keluarga.

Penanaman ini bertujuan untuk Pembibitan tanaman dilakukan dengan alat dan bahan seadanya. Tanaman jamu tersebut meliputi temulawak, jahe, kunyit, dan serai turut ditanam.

Sulitnya menemukan toga dipekarangan rumah warga membuat tim kukerta tak patah arang. Selain pembibitan, pembelian juga dilakukan. Tanaman tersebut yakni binahong, kunyit hitam, siwak, bidara serta kumis kucing.

Selain sebagai tanaman penghias, toga juga bisa dikonsumsi untuk meningkkan imun dan kekebelan tubuh. Tentu saja dengan pengolahan yang tepat.

Pembuatan tanaman toga bukan tanpa alasan.

Pemanfaatan lahan kosong disekitar kantor kelurahan serta kurangnya kesadaran warga setempat dalam menjaga kesehatan membuat tim kukerta mencari solusinya.

Membangun kerjasama dengan pihak kelurahan serta saran dari dosen pembimbing lapangan (DPL) terkait penanaman toga menjadi solusi untuk diwujudkan.

Tim kukerta dipandu oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Sri Endang Kornita S.E M.Si sebagai DPL. Pelaksanaan kukerta diadakan di kelurahan Binawidya, yang merupakan kelurahan yang berada dikota Pekanbaru dengan jumlah warga 16.227 jiwa.

Kelurahan ini memiliki kawasan hutan, perkebunan, kawasan perdagangan dan industri rumah tangga. Kegiatan kuliah kerja nyata ini menghabiskan waktu selama empatpuluh hari.dimulai tanggal 2 Juni hingga 11 Juli 2021.

Harapannya dengan adanya gerakan penanaman toga, dapat diperluas dan dilakukan pembibitan sekitar pekarangan rumah warga. Tentunya kegiatan ini tak lepas dari campur tangan pihak kelurahan untuk mensosialisasikannya kepada penduduk setempat.

Tak hanya itu, edukasi terkait manfaat penanaman juga dapat dilakukan oleh pihak kelurahan kepada masyarakat di kelurahan Binawidya. (ril)

Sumber
: Datariau.com