YOGYAKARTA, datariau.com - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) menerima kunjungan 20 murid dan tiga guru dari Gyeongbuk Foreign Language High School, Korea Selatan, pada 26??"28 Oktober 2026. Kegiatan pertukaran pelajar dan pengenalan budaya ini mengusung tema “Bridging Cultures, Empowering Youth Leaders for Global Harmony” sebagai upaya mempererat persahabatan sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh keluarga besar SMA Muhi. Para murid dari kedua negara berkesempatan berinteraksi, saling mengenal, dan membangun komunikasi lintas budaya dalam suasana pendidikan yang inklusif dan penuh keakraban.
Program ini menjadi bagian dari komitmen SMA Muhi dalam mempersiapkan generasi muda yang berwawasan internasional, memiliki kemampuan komunikasi dan kolaborasi, serta mampu menghargai keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun masa depan yang harmonis.
Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan rasa bahagia dan kehormatan atas kunjungan delegasi Gyeongbuk Foreign Language High School. Ia menegaskan bahwa perbedaan negara, bahasa, dan tradisi bukanlah penghalang untuk membangun persahabatan dan kerja sama.
Sebaliknya, keberagaman menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, memperluas wawasan, serta menumbuhkan sikap saling menghormati.
Menurut Herynugroho, pendidikan tidak hanya bertujuan membentuk murid yang cerdas dan terampil, tetapi juga mengembangkan karakter, akhlak mulia, keterbukaan, serta kemampuan bekerja sama dengan siapa pun.
Melalui pendidikan, persahabatan, dan komunikasi, kedua sekolah diharapkan mampu menjembatani perbedaan budaya sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas pada masa mendatang.
Ia juga mengajak murid SMA Muhi menjadi tuan rumah yang baik, memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dengan bangga, serta tetap terbuka untuk mempelajari dan menghargai budaya Korea Selatan.
Sementara itu, Kepala Gyeongbuk Foreign Language High School, Kim Byeonghan, mengaku terpesona dengan keramahan masyarakat Indonesia dan kekayaan budaya yang diperkenalkan selama kunjungan.
Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat keluarga besar SMA Muhi yang membuat rombongan Korea Selatan merasa diterima dan nyaman.
Kim Byeonghan juga menegaskan pentingnya Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan kerja sama pendidikan dan kebudayaan.
Menurutnya, pertemuan antarsekolah dari negara berbeda memberikan kesempatan berharga bagi murid untuk memahami perspektif baru, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta belajar menghargai perbedaan secara langsung.
Ia berharap hubungan yang terjalin melalui program pertukaran pelajar tersebut tidak berhenti pada kunjungan singkat, tetapi berkembang menjadi persahabatan berkelanjutan dan kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Kenalkan Batik, Gamelan, dan Destinasi Budaya Yogyakarta
Rangkaian kegiatan pertukaran pelajar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang memadukan pendidikan, seni, dan pengenalan budaya Indonesia.
Pada hari pertama, Senin (26/10/2026), kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan di Grha As Sakinah. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan gamelan dan vokal oleh murid, kelas bahasa dan budaya, seminar interaktif, serta lokakarya membatik.
Lokakarya membatik menjadi salah satu kegiatan istimewa karena para murid Korea Selatan berkesempatan mengenal secara langsung proses pembuatan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai seni batik, tetapi juga merasakan pengalaman mempraktikkan keterampilan tradisional yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas.
Selain itu, pengenalan gamelan memberikan kesempatan kepada para tamu untuk menikmati kekayaan seni musik tradisional Indonesia.
Pada hari kedua, Selasa (27/10/2026), rombongan mengikuti wisata budaya dengan mengunjungi Keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo, dan kawasan Malioboro.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan sejarah, tradisi, kesenian, serta kehidupan masyarakat Yogyakarta secara lebih dekat. Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan persiapan acara perpisahan.
Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif, sehingga mendorong pertukaran pengalaman serta pengetahuan antara murid dari kedua negara.