YOGYAKARTA, datariau.com - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) menghadirkan penulis J.S. Khairen dalam kegiatan talkshow literasi yang digelar di Grha As Sakinah, Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Perpustakaan SMA Muhi mulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari kalangan murid dan masyarakat umum.
Talkshow berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat perjalanan kreatif seorang penulis sekaligus menggali inspirasi mengenai proses mengolah gagasan, pengalaman, dan kepekaan terhadap lingkungan menjadi karya yang menarik dan bermakna.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan dengan penulis, tetapi juga ruang berbagi pemikiran tentang pentingnya membaca dan menulis. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan semakin tertarik membaca, berani menuangkan gagasan, serta memahami bahwa tulisan dapat menjadi sarana menyampaikan pemikiran, merekam pengalaman, dan mengangkat berbagai persoalan kehidupan.
J.S. Khairen dikenal melalui karya-karyanya yang memadukan humor, kritik sosial, refleksi kehidupan, serta persoalan yang dekat dengan pengalaman pembaca muda. Sejumlah karyanya, seperti Kami (Bukan) Sarjana Kertas, Rinduku Sederas Hujan Sore Itu, dan serial Dompet Ayah Sepatu Ibu, mengangkat beragam tema, mulai dari pendidikan, keluarga, perjuangan hidup hingga pencarian jati diri.
Karya-karya tersebut tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak pembaca melihat realitas dari sudut pandang yang lebih luas. Cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi sarana untuk memahami persoalan sosial, mengenali beragam karakter manusia, dan merefleksikan nilai-nilai kehidupan.
Melalui karya fiksi, pembaca juga dapat belajar menghargai perbedaan sudut pandang, mengembangkan empati, serta bersikap kritis terhadap berbagai fenomena di sekitarnya. Dengan demikian, sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkaya wawasan dan membangun cara pandang yang lebih terbuka.
Dalam talkshow tersebut, peserta diajak mengenal proses kreatif di balik sebuah tulisan. Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan membutuhkan kepekaan, ketekunan, keberanian bereksperimen, dan kemauan untuk terus belajar.
Gagasan tulisan dapat muncul dari berbagai hal sederhana di sekitar kehidupan, seperti percakapan, pengalaman di sekolah, dinamika keluarga, maupun fenomena sosial. Berbagai pengalaman tersebut dapat diolah menjadi karya apabila diamati secara mendalam dan disampaikan melalui sudut pandang yang khas.
Diskusi yang berlangsung interaktif turut memberikan pengalaman literasi yang lebih bermakna bagi peserta. Pertemuan langsung dengan penulis diharapkan dapat mendorong murid untuk lebih percaya diri mengembangkan potensi, menemukan gaya penulisan sendiri, dan menghasilkan karya sesuai minat serta kemampuannya.
Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan karakter dan literasi memiliki hubungan erat, baik secara teoretis maupun dalam penerapannya di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menilai kebenaran suatu gagasan, berpikir kritis, serta mengambil keputusan secara bijaksana.
Sementara itu, pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan nilai dan perilaku positif, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, kerja keras, dan penghargaan terhadap perbedaan. Kedua aspek tersebut saling melengkapi karena kegiatan literasi dapat menjadi sarana untuk mengenalkan, memahami, dan merefleksikan nilai-nilai karakter melalui cerita, informasi, maupun pengalaman manusia.
Dalam penerapannya, budaya membaca dan menulis perlu berjalan seiring dengan pembiasaan sikap bertanggung jawab dalam menggunakan informasi serta menyampaikan pendapat. Murid tidak hanya diharapkan mampu memahami isi bacaan, tetapi juga dapat membedakan fakta dan opini, menghargai pandangan orang lain, menghindari penyebaran informasi yang tidak benar, serta menggunakan pengetahuan untuk melakukan hal-hal positif.
Dengan penguatan literasi yang berpijak pada pendidikan karakter, sekolah diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam sikap dan perilaku.
Penyelenggaraan talkshow bersama J.S. Khairen menjadi bagian dari upaya Bidang Perpustakaan SMA Muhi dalam menghadirkan pengalaman literasi yang lebih dekat, menarik, dan bermakna bagi murid maupun masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus memperluas peran perpustakaan sebagai ruang pengembangan pengetahuan, kreativitas, dialog, dan pertumbuhan karakter, bukan sekadar tempat menyimpan serta meminjam buku.