SMM PANEL INDO

SMA Muhi Yogyakarta Perkuat Pembelajaran Abad ke-21 Lewat Kolaborasi Pendidikan Indonesia-Malaysia

datariau.com
145 view
SMA Muhi Yogyakarta Perkuat Pembelajaran Abad ke-21 Lewat Kolaborasi Pendidikan Indonesia-Malaysia
Foto: Ist.
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) terus memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi pendidikan lintas negara.

YOGYAKARTA, datariau.com - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) terus memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi pendidikan lintas negara. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Forum Praktik Baik Serumpun” dengan tema “Transformasi Pembelajaran Abad-21: Mengintegrasikan Sains, Teknologi, dan Penguatan Karakter untuk Kesiapan Studi Global”.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta tersebut digelar pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Forum diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas guru SMA Muhi, tamu dari Malaysia, serta perwakilan sejumlah SMA di sekitar lingkungan sekolah.

Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan strategi pembelajaran yang dinilai relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Sejumlah pembicara dari SMA Muhi dan Malaysia hadir untuk membagikan praktik baik yang telah diterapkan di lingkungan pendidikan masing-masing.

Baca juga:SMA Muhi Yogyakarta Catat 269 Lulusan Diterima PTN, 3 Alumni Tembus Kampus Luar Negeri


Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Hery Nugroho, M.Pd., mengatakan SMA Muhi terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui berbagai program inovatif, termasuk membangun kolaborasi dengan institusi pendidikan dari negara lain.

Menurutnya, kerja sama antarnegara tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah secara kelembagaan, tetapi juga menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan global bagi guru maupun peserta didik.

“SMA Muhi terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui berbagai program, termasuk program kolaborasi antarnegara untuk menambah wawasan global guru dan murid,” ujarnya.

Baca juga:SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Antarkan Sharisha ke Final OSN 2026


Ia menilai kolaborasi pendidikan lintas negara sejalan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang menempatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi teknologi, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan global sebagai kompetensi penting bagi peserta didik.

Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan beragam materi mengenai praktik baik pembelajaran. Pembicara dari SMA Muhi, Khawarizmy Mahfudz, M.Pd.Gr., membahas desain pembelajaran Fisika mengenai gerak lurus berbasis eksperimen yang terintegrasi dengan coding menggunakan Micro.

Sementara itu, Meivitasari, S.Pd.Gr., menyampaikan materi mengenai pengukuran efektivitas game-based learning dalam asesmen pembelajaran.

Baca juga:SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Luncurkan SPMB 2027/2028, Siapkan 432 Kuota dan Perkuat Sinergi dengan Guru BK


Dari Malaysia, Puan Norhayati Binti Mohd Tahir memaparkan program “Setia Edu Living Labb (SELL)”. Selanjutnya, Puan Hazlina Binti Mansor membahas “IM@S (Inovator Muda @ School)”, sedangkan Azahar Nor Arifin Bin Ahmad menyampaikan materi “Scope@7 (School Centralised Operations & Performance Enhancement)”.

Beragam materi tersebut memperlihatkan bahwa inovasi pendidikan dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan. Mulai dari pemanfaatan teknologi dan eksperimen dalam pembelajaran, penggunaan permainan sebagai media asesmen, pengembangan inovasi siswa, hingga penguatan tata kelola dan peningkatan kinerja sekolah.

Praktik baik pembelajaran sendiri merupakan proses berbagi pengalaman mengenai strategi, metode, pendekatan, maupun inovasi yang telah diterapkan dan memberikan dampak positif terhadap proses serta hasil belajar.

Baca juga:SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Perkuat Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan, Bangun Budaya Pelayanan Prima dan Kinerja Unggul


Pertukaran praktik baik menjadi penting karena setiap sekolah memiliki pengalaman dan konteks yang berbeda. Melalui proses berbagi, sekolah dapat saling belajar, mengadaptasi pengalaman, serta mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dalam konteks kolaborasi global, kegiatan tersebut memberikan perspektif yang lebih luas kepada para guru mengenai perkembangan pendidikan di negara lain. Guru tidak hanya memperoleh metode baru, tetapi juga dapat membandingkan pendekatan pembelajaran, mengevaluasi praktik yang selama ini diterapkan, serta menemukan peluang untuk melakukan inovasi.

Bagi siswa, perluasan wawasan global diharapkan dapat membantu membangun kesiapan dalam menghadapi lingkungan pendidikan dan dunia kerja yang semakin terhubung secara internasional.

Baca juga:432 Murid Baru SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Ikuti MPLS: Deklarasi Anti-Bullying hingga Penyaluran Beasiswa Rp313 Juta


Melalui Forum Praktik Baik Serumpun, SMA Muhi menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap inovasi dan kolaborasi.

Pertemuan antara pendidik Indonesia dan Malaysia tersebut tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang terbentuknya jejaring kerja sama yang berkelanjutan dalam pengembangan pembelajaran.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)