Perkenalkan Sistem Urban Farming di Wilayah Perkotaan, Mahasiswa Kukerta Balek Kampung Unri Serahkan Media Tanam Hybrid untuk Warga Wonorejo

Ruslan
420 view
Perkenalkan Sistem Urban Farming di Wilayah Perkotaan, Mahasiswa Kukerta Balek Kampung Unri Serahkan Media Tanam Hybrid untuk Warga Wonorejo
Foto: Ist

PEKANBARU, datariau.com - Dalam rangka mendukung ketahanan pangan di masyarakat perkotaan, mahasiswa Kukerta Balek Kampung Unri Desa Wonorejo membuat sekaligus menyerahkan secara simbolik bak tanam hybrid kepada masyarakat melalui Kepala Lurah Wonerejo, Said Ahmad Zamzani.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa lahan sempit bukan lagi menjadi alasan untuk tidak dapat bercocok tanam sekalipun tinggal di daerah perkotaan.

Hal ini dapat diatasi dengan bertani melalui media tanam (raised garden bed) hybrid, dimana ini merupakan penggabungan teknik hidroponik dan organik sebagai bentuk pengaplikasian urban farming.

?Urban farming merupakan konsep pertanian di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan ruang terbuka menjadi lahan hijau untuk menghasilkan produk pertanian dan kita memperkenalkan media tanam hybrid penggabungan teknik hidroponik dan organik karena sejauh ini masyarakat hanya mengetahui teknik hidroponik saja," kata Briant Saputra Ketua Kukerta Balek Kampung Unri Desa Wonorejo, Selasa (10/08).

Media tanam (raised garden bed) hybrid yang diperkenalkan oleh masiswa Kukerta Unri terbuat dari bahan kayu papan dan balok.

Adapun media tanam (raised garden bed) ini terdiri atas dua kotak yang dibagi menjadi dua jenis tanaman yaitu hidroponik dan orgaik. Kotak hidroponik sendiri dibuat dengan memanfaatkan styrofoam bekas sebagai media tanamnya.

Sementara untuk kotak organik memanfaatkan media tanam berupa tanah humus yang sudah diolah dan sekam bakar. Adapun bibit yang ditanam pakcoy, kailan, dan pagoda untuk bak tanaman hidroponik. Selain itu juga terdapat kangkung, cabai, terong, lengkoas, dan jahe untuk bak tanaman organik.

Tak hanya itu, mahasiswa KUKERTA UNRI ini juga turut mengembangkan konsep regrow dengan menanam kembali sisa sayuran sebagai bentuk mendukung gerakan zerowaste dan foodwaste.

?Memang ada tantangan tersendiri dalam menanam kembali sisa sayuran, karena tidak semua sayuran dapat diolah kembali dengan sistem regrowing. Tapi setidaknya hal ini dapat mengurangi sampah dapur dari sisa sayuran," ujar Briant selaku ketua Kukerta Unri di Kelurahan Wonorejo Kota Pekanbaru.

Kegiatan regrow ini cukup diapresiasi oleh Kepala Lurah Wonerjo sebagai bentuk inovasi baru.

?Kegiatan yang dilakukan anak-anak KKN Balek Kampung UNRI ini sangat bermanfaat untuk warga Wonorejo, karena ini sebuah inovasi dan pengetahuan baru sehingga masyarakat nantinya bisa memenuhi kebutuhan dapurnya secara mandiri dari rumah sendiri," tutur Kepala Lurah Wonerejo, Said Ahmad Zamzani. (ril)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)