DATARIAU.COM - Teknologi Augmented Reality merupakan perpaduan antara elemen digital interaktif seperti overlay visual, umpan balik haptic buzzy atau proyeksi sensorik ke dalam lingkungan dunia nyata kita.
Jika Anda pernah mendengar atau bahkan memainkan game Pokemon Go, maka itulah salah satu contoh dari perkembangan teknologi ini.
Game seluler ini memungkinkan proyeksi item termasuk ikon layar, skor dan wujud Pokemon seolah-olah hal tersebut benar-benar ada di alam nyata.
Bagi sebagian besar orang, game ini sangat menyenangkan karena ia merasa seolah-olah benar-benar berinteraksi dengan segala komponen yang ada dalam game tersebut.
Masih berbasis teknologi AR, jika Anda memerlukan bantuan visualisasi ruangan untuk menata perabotan Anda dapat menggunakan aplikasi IKEA Place untuk memastikan kecocokan berbagai macam benda yang akan ditempatkan di suatu ruangan.
Namun, berdasarkan pengembangan dari para ahli teknologi, ternyata teknologi AR tidak hanya berputar pada jenis-jenis aplikasi saja.
Teknologi ini bahkan bisa dimanfaatkan di bidang-bidang yang jauh lebih serius mulai dari bisnis, kedokteran hingga militer.
Contohnya Tentara Angkatan Darat AS yang menggunakan teknologi AR untuk membuat misi pelatihan secara digital yang diberi nama Lingkungan Pelatihan Sintetis atau Synthetic Training Environment (STE).
Alat yang digunakan berupa kacamata dan headset AR yang dapat membantu proses data agar lebih cepat dan canggih. Teknologi AR sangat memungkinkan untuk digunakan hampir di segala aspek jika dikembangkan secara maksimal, namun tidak tahu seberapa cepat dan lancar integrasi teknologi ini ke dalam perangkat kehidupan.
Ide awal pengembangan teknologi Augmented Reality adalah grafik, audio dan peningkatan sensorik di lingkungan nyata secara real time. Mungkin terasa sangat sederhana dan bukankah keberadaan televisi sudah cukup untuk memenuhinya?
Namun, berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan, bisa dilihat bahwa teknologi AR adalah teknologi yang sangat maju. Beberapa komponen yang mendukung teknologi ini diantaranya kamera, proyektor kecil, smartphone, dan cermin.
Komponen ini dirangkai ke dalam sebuah alat yang mirip dengan tali dan dikenakan seperti kalung di leher penggunanya. Selain itu, pengguna perlu mengenakan penutup jari yang berfungsi untuk memanipulasi gambar yang dipancarkan oleh proyektor.
Di Belanda, mereka yang memiliki smartphone dapat mengunduh aplikasi serupa GPS yang dapat memberikan informasi mengenai daerah di sekitar pengguna sehingga ia bisa mengetahui informasi mengenai restoran, hotel atau tempat lain hanya melalui layar ponselnya.
Namun, seperti pembahasan awal bahwa teknologi Augmented Reality tidak hanya berbasis aplikasi pada smartphone, terbukti dengan adanya mural ruang interaktif raksasa yang diciptakan oleh Mural Arts Philadelphia.
Orang-orang dapat melihat berbagai macam hologram dan mendengarkan musik dari sana seolah sedang berada di alam fantasi sungguhan.
Saat ini para ahli di bidang-bidang lain mulai mengembangkan teknologi Augmented Reality untuk menunjang kebutuhan dalam beberapa aspek di bidang tersebut.
Seperti Tissue Analytics yang sedang mengembangkan sebuah aplikasi untuk membantu para dokter dan perawat dalam hal mengidentifikasi jenis luka agar dapat didiagnosis dengan cepat.
Di dunia militer telah dimanfaatkan beberapa aplikasi untuk melatih para prajurit khususnya di Amerika. Para tentara terjun ke medan latihan dengan menggunakan helm dan kacamata pintar serta perangkat pendukung lainnya.
Sebuah perusahaan militer ternama Kanada yakni Arcane Technologies bahkan telah menjual perangkat Augmented Reality kepada militer Amerika Serikat.
Hal ini semakin meyakinkan bahwa teknologi AR memberikan banyak bantuan kepada manusia mulai dari hal-hal yang sederhana hingga hal-hal yang cukup beresiko.
Dua perusahaan teknologi terbesar seperti Apple daN Google pun terus mengembangkan perangkat ponsel mereka agar memiliki daya yang cukup untuk menggunakan perangkah lunak khusus AR.
Dengan prosesor performa tinggi untuk iPhone dan iPad serta seluruh smartphone android fitur AR sangat mungkan untuk dipasangkan dalam perangkat ponsel-ponsel pintar tersebut.
Sementara itu, Google telah mengembangkan platform AR bernama Tango yang dapat memberikan informasi yang terkait dengan pencarian visual melalui Google Lens, serangkaian alat AR yang didukung oleh fitur kamera pada ponsel.
Apple tentu tak akan berdiam diri melihat para kompetitornya terus melakukan inovasi dan pengembangan. Buktinya mereka mulai memfasilitasi para programmer dengan ARKit untuk terjun langsung dalam pembuatan aplikasi AR pada iPhone dan perangkat berbasis iOS lainnya.
Disusun oleh: Eka Nursari, Mega Saputri, Haykal Adith (Mahasiswa Program Studi PGSD Angkatan 2020 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau)
Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran SD
Dosen Pengampu: Purba Andi Wijaya MPd