DATARIAU.COM - Di era yang makin maju dan berkembangnya teknologi tidak serta merta membuat komunikasi kita menjadi baik, malah makin memburuk dikarenakan kesibukan masing-masing individu menyebabkan kurangnya komunikasi yang baik diantara siswa dengan guru, orang tua bahkan teman sejawatnya.
Sejatinya kita adalah makhluk sosial yang tak lepas dari interaksi sesama. Di sekolah salah satunya kita akan membina sosialisasi dalam berinteraksi sehingga terjalin komunikasi yang baik dan seirama.
Dalam pembelajaran di sekolah contohnya, sering kita temui terjadi kendala bahkan kurangnya komunikasi yang berlangsung untuk menunjang pembelajaran, disebabkan karena era makin modern dan canggih siswa terkadang asik dengan dunianya sendiri yakni bermain game bahkan bersosial media. Pengaruh dan dampak yang ditimbulkan mempengaruhi kredibilitas siswa didalam sekolah terutama interaksi antar siswa dan guru.
Untuk mengatasi hal tersebut tentu guru sebagai pendidik harus melakukan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan suatu kelas yang diampunya, agar pembelajaran yang disampaikan dapat diterima oleh siswa dengan baik, serta dapat menumbuhkan komunikasi yang baik dalam berinteraksi antar siswa dan guru dalam mencapai pembelajaran.
Salah satu cara yakni dengan menggunakan model pembelajaran tipe jigsaw, dimana pada metode ini adalah pembelajaran aktif dalam melibatkan semua siswa. Metode ini adalah salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang memungkinkan semua siswa untuk belajar berkelompok dengan masing-masing siswa bertanggung jawab pada satu topic atau bahasan yang kemudian dikolaborasikan dengan anggota kelompok lain.
Dalam pembelajaran ini, siswa juga memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya.
Selain itu, tujuan dari metode jigsaw memiliki tujuan kognitif. Yaitu pengetahuan factual akademis dan tujuan sosial, yaitu bekerja secara kelompok. Tujuan dari metode jigsaw adalah untuk melatih peserta didik agar terbiasa berdiskusi dan bertanggung jawab secara individu untuk membantu pemahaman tentang suatu materi pokok kepada teman sekelasnya.
Manfaat dari penggunaan metode jigsaw yaitu dapat meningkatkan kemampuan diri tiap individu siswa, saling menerima kekurangan terhaap perbedaan siswa yang lebih besar, konflik antar siswa berkurang, sikap apatis berkurang, pemahaman lebih mendalam dalam motivasi hasil belajar yang lebih baik serta meningkatkan budi dan toleransi yang dapat mencegah keterasingan dalam system individu tanpa mengorbankan aspek kognitif.
Dengan metode jigsaw, kemampuan komunikasi siswa dapat dikembangkan karena metode ini meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi melalui diskusi kelompok ahli dan kelompok asal yang dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi. Metode ini juga efektif karena melibatkan siswa untuk berinteraksi satusama lain melalui berdiskusi, baik kelompok maupun individu. ***
*Penulis merupakan Mahasiswa Universitas Riau Pascasarjana Pendidikan Dasar