Krisis Pembelajaran di Indonesia

Oleh: Wahyuni Kartika
datariau.com
2.917 view
Krisis Pembelajaran di Indonesia
Sumber Gambar: Freepik

DATARIAU.COM - Krisis pembelajaran di Indonesia adalah masalah utama dalam pendidikan Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitas pendidikan, yang disebabkan oleh kurikulum yang tidak relevan dan metode pengajaran yang kurang efektif. Namun, pandemi Covid-19 juga memperburuk krisis pembelajaran dengan menyebabkan hilangnya pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pendidikan.

Untuk mengatasi krisis pembelajaran, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengeluarkan kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar dengan tujuan untuk mewujudkan sekolah masa depan Indonesia yang menyenangkan. Selain itu, para siswa dan pelajar mulai dari tingkatan Sekolah Dasar, Menengah hingga Pendidikan Tinggi, melanjutkan proses belajar mengajar mengikuti alternatif ruang virtual seperti aplikasi Ruang Guru, Podcast, Google Classroom, Zoom, Google Meet, YouTube sebagai media belajar.

Indonesia mengalami krisis pembelajaran selama 20 tahun terakhir, yang semakin diperparah oleh pandemi COVID-19. Krisis pembelajaran ditandai dengan rendahnya tingkat berpikir siswa, yang merupakan tantangan besar bagi pendidik. Beberapa masalah yang telah menyebabkan krisis pembelajaran antara lain hilangnya pembelajaran akibat pandemi, kurangnya akses ke pendidikan, dan kurangnya pelatihan bagi guru.

Untuk mengatasi krisis pembelajaran, pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai tindakan, termasuk Kurikulum Merdeka, yang dirancang untuk memberikan pendidikan yang lebih holistik dan relevan bagi siswa. Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah mendasar yang telah menyebabkan krisis pembelajaran di Indonesia.

Dalam mengatasi krisis pembelajaran, perlu dilakukan percepatan peningkatan kompetensi numerasi, termasuk membaca dan sains, di SD. Namun, persoalan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh sebuah lembaga pelatihan sendirian, melainkan harus menjadi persoalan bersama.

Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran selama 20 tahun terakhir. Krisis pembelajaran ditandai dengan rendahnya tingkat berpikir siswa, rendahnya kualitas pendidikan, kurangnya akses ke pendidikan, kurangnya kualitas guru, dan keterbatasan sarana dan teknologi. Pandemi COVID-19 semakin memperparah krisis pembelajaran di Indonesia. Untuk mengatasi krisis pembelajaran, pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai program dan upaya, seperti Kurikulum Merdeka, pembelajaran daring, pelatihan dan sumber belajar guru, pembelajaran berbasis proyek, kerjasama antara murid dan guru, dan penyediaan sarana dan teknologi.

Dalam mengatasi krisis pembelajaran di Indonesia, diperlukan kerjasama antara pemerintah, sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Solusi yang efektif dan inovatif dapat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengatasi krisis pembelajaran di Indonesia.

Kualitas guru merupakan salah satu faktor yang memengaruhi krisis pembelajaran di Indonesia. Banyak guru di Indonesia yang tidak memiliki pelatihan yang memadai, yang memengaruhi kualitas pendidikan yang mereka berikan. Namun, di tengah keterbatasan sarana dan teknologi yang ada, banyak guru di Indonesia yang telah semakin kreatif melaksanakan pembelajaran daring dengan sentuhan teknologi. Oleh karena itu, keberadaan guru yang kreatif dan inovatif sangat penting dalam mengatasi krisis pembelajaran di Indonesia.

Untuk meningkatkan kualitas guru, pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai program dan upaya, seperti pelatihan dan pengembangan profesionalisme guru. Selain itu, UNESCO juga mendukung Negara Anggota dalam pengembangan dan peninjauan kebijakan dan strategi guru. Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru di Indonesia agar dapat memberikan pendidikan yang lebih baik bagi siswa.

Sarana belajar yang dapat digunakan, antara lain:

1. Kurikulum Merdeka: Kurikulum Merdeka adalah program yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi krisis pembelajaran selama pandemi COVID-19. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan pendidikan yang lebih holistik dan relevan bagi siswa.

2. Pembelajaran daring: Pembelajaran daring atau online menjadi salah satu sarana belajar yang efektif selama pandemi COVID-19. Dalam pembelajaran daring, siswa dapat mengakses materi pembelajaran dari rumah dan dapat berinteraksi dengan guru dan teman sekelas melalui platform pembelajaran daring.

3. Perangkat ajar: Penyediaan beragam perangkat ajar seperti buku, modul, dan video pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran.

4. Pelatihan dan sumber belajar guru: Pelatihan dan penyediaan sumber belajar guru dapat membantu guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang mereka berikan.

5. Pembelajaran berbasis proyek: Pembelajaran berbasis proyek dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan praktis dan kreativitas.

Selain itu, kerjasama antara murid dan guru juga sangat penting dalam mengatasi krisis pembelajaran di Indonesia. Murid perlu aktif dalam mengikuti pembelajaran dan berkomunikasi dengan guru jika mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran. Sementara itu, guru perlu kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran agar dapat menarik minat dan perhatian murid.

Berikut adalah beberapa penyebab krisis pembelajaran di Indonesia yang dapat diambil dari beberapa sumber yang relevan:

1. Krisis pendidikan telah terjadi selama 20 tahun terakhir: Menurut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, krisis pendidikan di Indonesia telah terjadi selama 20 tahun terakhir.

2. Pandemi COVID-19: Pandemi COVID-19 telah memperparah krisis pendidikan di Indonesia. Para siswa dituntut untuk belajar secara jarak jauh (PJJ) dan banyak dari mereka mengalami learning loss.

3. Kurangnya akses ke pendidikan: Banyak siswa di Indonesia tidak memiliki akses ke pendidikan berkualitas, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan pendapatan rendah.

4. Kurangnya kualitas guru: Banyak guru di Indonesia tidak memiliki pelatihan yang memadai, yang memengaruhi kualitas pendidikan yang mereka berikan.

5. Metode pembelajaran yang monoton: Salah satu masalah pembelajaran di Indonesia adalah metode pembelajaran yang monoton sehingga siswa kurang antusias.

6. Rendahnya kualitas pendidikan: Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia telah menjadi masalah selama beberapa tahun terakhir dan semakin diperparah oleh pandemi COVID-19.

Untuk mengatasi krisis pembelajaran di Indonesia, pemerintah telah menerapkan berbagai program dan upaya, seperti Kurikulum Merdeka, yang dirancang untuk memberikan pendidikan yang lebih holistik dan relevan bagi siswa. Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah mendasar yang telah menyebabkan krisis pembelajaran di Indonesia.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)