Pawai PAUD Tingkat Kecamatan di Desa Sri Gading Meriahkan Keberagaman Budaya

datariau.com
1.565 view
Pawai PAUD Tingkat Kecamatan di Desa Sri Gading Meriahkan Keberagaman Budaya
Foto: Sherly Aprianti
Desa Sri Gading tampak semarak pada Kamis 14 Agustus 2025 pagi, dengan digelarnya pawai anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kecamatan.

SIAK, datariau.com - Desa Sri Gading tampak semarak pada Kamis 14 Agustus 2025 pagi, dengan digelarnya pawai anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kecamatan.

Acara ini mengusung tema “Keberagaman Budaya” dan diikuti oleh seluruh PAUD dari berbagai desa.

Sejak pagi, warga berbondong-bondong memadati sepanjang jalan yang dilalui pawai untuk menyaksikan penampilan anak-anak yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Suasana meriah semakin terasa dengan lantunan musik tradisional yang mengiringi jalannya pawai.

Salah satu PAUD yang menjadi perhatian adalah PAUD Kasih Ibu dari desa Sialang Palas, yang tampil membawakan budaya Betawi.

Anak-anak didandani dengan pakaian adat Betawi seperti baju sadariah, kebaya encim, hingga aksesori khas ondel-ondel mini yang membuat penampilan mereka semakin menarik.

Dengan penuh semangat, mereka berjalan sambil melambaikan tangan kepada masyarakat yang menyambut dengan tepuk tangan riuh.

Penampilan ini tak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan penting tentang kekayaan budaya Betawi sebagai bagian dari identitas bangsa.

Menariknya, penampilan PAUD Kasih Ibu mendapat dukungan dengan ikut partisipasinya dari mahasiswa KKN-Mas Kelompok 98 yang sedang melaksanakan program pengabdian di Sialang Palas.

Para mahasiswa berperan aktif dalam mendampingi anak-anak, mulai dari pengaturan barisan, hingga menjaga semangat mereka selama pawai berlangsung.

Kehadiran mahasiswa ini tidak hanya membantu kelancaran acara, tetapi juga menambah semangat kebersamaan antara dunia pendidikan formal, mahasiswa, dan masyarakat desa.

Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan pawai ini memiliki nilai edukasi yang tinggi.

Anak-anak sejak dini diperkenalkan pada beragam budaya Nusantara agar tumbuh rasa cinta, bangga, dan tanggung jawab untuk melestarikannya.

Pawai juga menjadi sarana mempererat hubungan antar-PAUD, guru, orang tua, mahasiswa, serta masyarakat luas.

Dengan demikian, acara ini tidak hanya sekadar parade budaya, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan rasa persatuan dalam keberagaman.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari banyaknya warga yang hadir memberikan dukungan dan semangat kepada para peserta.

Orang tua tampak bangga melihat anak-anak mereka tampil percaya diri, sementara warga desa bersyukur atas terselenggaranya acara yang mempererat tali silaturahmi.

Pawai PAUD sekecamatan di Desa Sri Gading tahun 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan yang dapat menyatukan masyarakat dalam suasana penuh keceriaan dan kebersamaan.***

Penulis
: Sherly Aprianti
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)