Olahan Limbah Sekam Padi Jadi Briket: Mahasiswa KKN UNRI Dorong Kemandirian Energi dan Ekonomi Desa Pauh Angit

Samsul
43 view
Olahan Limbah Sekam Padi Jadi Briket: Mahasiswa KKN UNRI Dorong Kemandirian Energi dan Ekonomi Desa Pauh Angit
KUANTAN SINGINGI, datariau.com-Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) menggelar sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Kegiatan ini berlangsung hangat di Balai Desa Pauh Angit, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi pada Jumat (24/7/2026) sore pukul 15.00 WIB.

Program kerja ini hadir sebagai solusi atas melimpahnya sekam padi di Desa Pauh Angit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan kerap berakhir sebagai tumpukan limbah tak terpakai.

Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nurul Masyithah Rery SPd MPd, serta dipimpin langsung oleh Ketua Tim KKN, Fadil Zul Bai Haqi, para mahasiswa mengedukasi masyarakat tentang potensi tersembunyi sekam padi yang dapat diolah menjadi bahan bakar berdaya guna.

Apresiasi dari Pemerintah Desa dan Antusiasme Warga

Acara ini dihadiri oleh sekitar 20 warga setempat yang antusias menyimak tahapan pembuatan briket, mulai dari proses karbonisasi (pengarangan) sekam, pencampuran perekat alami, pencetakan, hingga pengeringan.

Kepala Desa Pauh Angit, Sustiaji, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan kontribusi nyata yang dibawakan oleh mahasiswa KKN UNRI ke desanya.

"Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dibawakan oleh adik-adik mahasiswa KKN UNRI. Limbah sekam padi yang selama ini terbuang sia-sia ternyata memiliki nilai guna dan manfaat yang besar. Saya berharap, setelah pelatihan ini warga Desa Pauh Angit dapat mengaplikasikannya secara mandiri di rumah masing-masing, sehingga kelak bisa menjadi sumber pendapatan dan ekonomi baru bagi desa kita," ungkap Sustiaji.

Tahan Hingga 2 Jam dan Berpotensi Jadi UMKM


Briket sekam padi ini tidak hanya ramah lingkungan dan terjangkau dari segi biaya produksi, tetapi juga telah teruji secara langsung keunggulannya. Dalam uji coba pembakaran yang telah dilakukan, satu buah briket mampu menyala stabil selama 1 hingga 2 jam, sangat ideal digunakan untuk kebutuhan memasak seperti memanggang ikan maupun olahan kuliner lainnya.

Ketua Tim KKN UNRI, Fadil Zul Bai Haqi, berharap keterampilannya ini tidak berhenti sebatas kegiatan sosialisasi semata, melainkan dapat terus berlanjut hingga membentuk kelompok usaha mikro (UMKM) berbasis limbah pertanian di Desa Pauh Angit.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNRI membuktikan bahwa dengan sentuhan inovasi dan edukasi yang tepat, limbah pertanian yang tadinya tidak bernilai dapat diubah menjadi sumber energi alternatif bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat.***
Penulis
: Alyssa Fauzia Putri
Editor
: Samsul
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)