PEKANBARU, datariau.com - Namanya, Nadzifa Aqilla Guzindi. Dia berhasil mencetak prestasi membanggakan dengan meraih juara 2 dalam ajang Dara Belia Riau 2025, yang digelar di Hotel Mutiara Merdeka pada Sabtu (10/5/2025).
Kompetisi ini merupakan program tahunan dari Yayasan Duta Remaja Kreatif Indonesia yang bertujuan membentuk generasi muda Riau yang cerdas, cinta budaya, dan peduli lingkungan.

Dengan wajah haru dan senyum tak percaya, Zifa, demikian dia akrab disapa, mengungkapkan perasaannya saat namanya diumumkan sebagai pemenang.
"Waktu diumumkan sebagai juara 2, rasanya campur aduk banget, ada haru, senang, gembira, bangga, dan lega. Sedikit tak percaya juga. Saya sempat terdiam karena merasa seperti mimpi. Karena sebelumnya belum pernah mengikuti kegiatan seperti ini. Dan sempat tidak diizinkan orangtua karena berdekatan dengan ujian sekolah. Tapi berkat keyakinan dan tekad yang bulat, saya berhasil menyakinkan mama papa. Mereka beri izin. Dan alhamdullillah mendapat juara 2," ucap anak dari pasangan Gusni Arif SSi dan Dindy Oktaviani SE ini, kepada datariau.com melalui rilis, Jum'at (16/5/2025).
Ajang Dara Belia Riau 2025 sendiri diikuti oleh siswa-siswi dari SD kelas 3 hingga SMP kelas 3. Acara ini bukan hanya menilai penampilan, tapi juga mencakup tes akademik, wawancara, unjuk bakat, dan kegiatan sosialisasi. Proses seleksi berlangsung selama beberapa hari. Diawali dengan Sashing Ceremony di Asia Farm pada 7 Mei 2025, dilanjutkan dengan karantina selama dua hari di Perpustakaan Soeman HS pada 8-9 Mei, dan ditutup dengan Grand Final di Hotel Mutiara Merdeka.
Zifa mengaku motivasi utamanya ikut serta adalah untuk mengembangkan kepercayaan diri dan menambah wawasan.
"Saya ingin membanggakan orangtua dan sekolah dengan menunjukkan bahwa saya bisa. Saya juga ingin belajar banyak hal baru yang bisa membentuk saya jadi pribadi yang lebih baik," kata anak kelas 6A Sekolah Dasar (SD) Negeri 26 Pekanbaru yang beralamat di Jalan Abdul Muis, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Sail tersebut.

Zifa mengakui, perjalanan menuju panggung pemenang tidaklah mudah. Tantangan terbesar menurut gadis berhijab ini adalah menjaga kepercayaan diri di tengah rasa gugup dan keraguan. Ia harus pandai membagi waktu antara sekolah dan latihan, menjaga kesehatan dan terus mempersiapkan mental.
"Cara saya mengatasinya adalah dengan latihan, berdoa, dan terus mengingat alasan kenapa saya memulai semua ini," ujarnya.
Dalam ajang ini, Zifa tampil memukau dengan kemampuan catwalk yang telah ia tekuni sejak kecil, serta tarian kolaborasi budaya dari berbagai daerah Indonesia seperti Batak, Bali, Papua, dan Melayu.
Pada sesi talent show, ia berhasil menggabungkan unsur tradisional dan modern, memperlihatkan kecintaannya terhadap budaya Nusantara.
Tak hanya itu, Zifa juga menunjukkan kemampuan public speaking-nya melalui sesi speech di babak Grand Final, yang ia sebut sebagai momen penting untuk menyuarakan isi hati dan pikirannya di depan publik.
Di balik keberhasilan ini, tak lupa Zifa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukungnya.
"Mama dan papa selalu ada di setiap langkahku. Guru-guru dan teman-teman juga terus kasih semangat. Tanpa bimbingan pelatih dan panitia, saya nggak akan sampai di titik ini. Terima kasih banyak atas doa dan kepercayaannya," ucapnya tulus.
Zifa juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada panitia penyelenggara yang dikomandoi Tito Marselino. Karena mereka telah bekerja dengan keras sehingga acara berjalan dengan sukses.
"Saya ingin terus membawa nama baik sekolah dan keluargaku, semoga pengalaman ini bisa jadi batu loncatan untuk berkarya lebih luas lagi," pungkasnya.
Untuk diketahui, Ajang Dara Cilik dan Dara Belia Riau bukan sekadar kontes kecantikan, melainkan wadah untuk menumbuhkan karakter anak-anak dan remaja Riau yang aktif, kreatif, serta mencintai budaya dan daerahnya.
Dengan kemenangan ini, Nadzifa Aqilla Guzindi tidak hanya menorehkan prestasi pribadi, tetapi juga membawa semangat baru bagi generasi muda Riau yang berani tampil dan berkontribusi untuk daerah.*rls