TAMBANG, datariau.com - Letak sekolah di tengah perkampungan dengan suasana desa yang asri, jauh dari pusat kota, serta jauh dari kelengkapan sarana dan prasarana sekolah yang memadai, tidak membuat tekad dan semangat para siswa SMPN Satu Atap Teluk Kenidai lemah.
Berbagai prestasi dan penghargaan tingkat kecamatan, kabupaten dan propinsi diraih oleh SMPN Satu Atap Teluk Kenidai desa Teluk Kenidai kecamatan Tambang kabupaten Kampar ini.
Kepala SMPN Satu Atap Teluk Kenidai Zarmailis SPd kepada datariau.com saat berbincang di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2015) mengatakan, bahwa SMP yang ia pimpin ini berdiri sejak tahun 2008 di atas lahan sekitar 6.500 meter.
Sekolah ini didirikan atas prakarsa masyarakat desa Teluk Kenidai yang belum memiliki sekolah menengah, sehingga para siswa setelah menamatkan pendidikan sekolah dasar, terpaksa harus keluar desa untuk melanjutkan pendidikannya, terutama ke kota Pekanbaru.
Disebutkan Zarmailis, letak geografis desa yang berada di pinggir Sungai Kampar dan akses infrastruktur yang belum memadai, membuat banyak siswa yang putus sekolah, sehingga akhirnya didirikanlah sekolah menengah dengan nama SMPN Satu Atap Teluk Kenidai.
"Dulu, siswa-siswa SD disini kalau mau melanjutkan pendidikannya harus keluar desa seperti ke desa Kualu atau ke Pekanbaru, begitu juga disaat banjir, akses jalan keluar desa tak dapat dilalui kendaraan, sehingga untuk memenuhi hak dasar akan pendidikan itulah sekolah menengah ini didirikan," ujarnya.
Disebutkan Zarmailis, saat ini SMPN Satu Atap Teluk Kenidai mempunyai 3 ruang belajar dengan 3 rombongan belajar, dengan jumlah siswa sekitar 60 orang dan tenaga pengajar 17 orang guru. Siswa-siswa tersebut berasal dari desa Teluk Kenidai sendiri dan dari desa sekitarnya.
Zarmalis.Diterangkan Zarmailis, saat ini animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya pada sekolah ini sangat tinggi, apalagi beberapa tahun kedepan desa ini akan semakin berkembang karena banyaknya perumahan. Maka diharap pula sarana dan prasarana sekolah seperti ruang kelas baru, ruang labor IPA dan perpustakaan akan tersedia. Karena pihaknya pernah beberapa kali mengusulkan kepada Pemkab Kampar, namun sampai saat ini belum ada realisasinya.
Menurut Zarmailis, walupun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, namun tidak membuat lemah semangat siswanya, bahkan berbagai prestasi dan penghargaan berhasil diraih oleh sekolahnya diantaranya peraih NEM tertinggi tingkat SMP/MTs se kabupaten Kampar tahun 2013, juara OSN IPA tingkat kecamatan Tambang kabupaten Kampar tahun 2014, dan dibidang Pramuka meraih juara umum III tingkat kabupaten Kampar tingkat Penggalang tahun 2014.
"Serta juara III kultum bahasa Arab pada perkemahan akbar penggalang se-Riau yang diadakan di Ponpes Tekhnologi Riau tahun 2014," urainya.
(nova)