PEKANBARU, datariau.com - Bangunan megah dengan desain unik berbentuk buku raksasa terbuka, berdiri kokoh di pusat Kota Pekanbaru. Siang itu, Selasa (29/11/2022) cuaca cukup terik, lalu lalang kendaraan memadati Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Terdengar suara klakson mobil silih berganti. Bersaing dengan suara pengunjung perpustakaan yang keluar masuk dari pintu utama.
Gedung yang berdiri di samping Kantor Gubernur Riau itu bernama Perpustakaan Soeman HS. Nama gedung perpustakaan terbesar di Riau ini diambil dari nama sastrawan Riau Soeman HS dengan karya terkenalnya “Mencari Pencuri Anak Perawan”.
Sebelum memasuki gedung tersebut, terlihat begitu banyak relief terukir di setiap dinding seakan menyapa kedatangan para pengunjung. Seperti tulisan Gurindam Dua Belas, rumah adat Riau, dan berbagai ukiran bertema pendidikan.

Sebelum perjalanan meniti setiap ruangan, kita disuguhi komputer berjajar rapi sebagai “buku tamu” yang menyambut setiap pengunjung dari berbagai daerah dan kalangan. Mereka datang untuk beragam keperluan, mulai dari membaca buku, meminjam buku, ataupun sekadar berkunjung.
Menaiki lantai dua, terlihat banyak pengunjung yang tengah fokus membolak-balikkan lembaran demi lembaran buku sambil menikmati keindahan Kota Pekanbaru dari atas. Beberapa pengunjung sedang asyik mencari buku di rak-rak yang berjejer rapi menunggu dihampiri.Siang itu jumlah pengunjung perpustakaan tidak terlalu ramai, mungkin karena sudah agak kesorean atau masih jam sekolah.
“Saya cukup jarang datang ke sini paling jika ada waktu luang saja,” ucap Vineas, salah satu pengunjung perpustakaan.
Dari dalam perpustakaan, hiruk-pikuk Kota Pekanbaru tidak begitu terdengar. Hening. Suasana itu seakan-akan menyuruh kita khusyuk membaca dan menggali informasi di antara buku-buku yang tertata rapi. Kesunyian begitu terasa, sehingga hanya terdengar suara lembaran kertas yang dibolak-balikkan. Sedikit suara bisikan dari pengunjung terdengar dari dalam ruangan tersebut.
Di ujung koridor Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau kami berjumpa seseorang berbadan besar, memakai masker biru tua, duduk diam di belakang meja. Dia memperhatikan sekeliling dengan tatapan mata yang tajam. Ternyata salah satu petugas perpustakaan yang bertugas mengawasi pengunjung.
“Temui koordinator perpustakaan,” katanya dengan lembut, bertolak belakang dengan wajahnya yang sangar, saat kami bertanya mengenai informasi perpustakaan .
Setelah naik turun tangga mengamati suasana perpustakaan, akhirnya kami menemui seorang petugas pelayanan bernama Anna. Wanita paruh baya itu menceritakan berbagai hal tentang layanan yang ada di Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau ini.
“Di sini memiliki berbagai layanan seperti layanan anak, layanan umum, referensi, serta layanan bilik Melayu,” jelas Bu Anna.
Bu Anna bercerita, Perpustakaan Soeman HS ini setiap harinya dikunjungi banyak orang. "Hari biasa banyak yang berkunjung ke sini, tapi untuk hari Jum'at siang perpustakaan ini minim pengunjung. Kebanyakan pengunjung dari kalangan mahasiswa," jelasnya.
Kalangan mahasiswa biasanya menghabiskan waktu berjam-jam di dalam perpustakaan. "Biasanya jika ada waktu luang saya bisa menghabiskan waktu di sini dari waktu Zuhur sampai Ashar," ucap Novi salah satu pengunjung perpustakaan.
Di setiap sudut ruangan tersusun meja baca dan kursi. Di sana biasanya pengunjung duduk dan membaca buku. Tempatnya memang sunyi jauh dari kebisingan. Tempat yang cocok untuk membaca buku dan meresapi isinya.
Selain membaca buku, tujuan pengunjung datang ke Perpustakaan Soeman HS untuk sekadar ngadem atau mengerjakan tugas. “Hhmmm… tempatnya nyaman untuk membaca dan mengerjakan tugas kuliah,” kata Vineas, pengunjung yang ditemui di lantai dua.
Tepat pukul 15.45 WIB, terdengar suara petugas Perpustakaan Soeman HS dari pengeras suara, “Pengunjung yang terhormat waktu berkunjung akan berakhir, kami ucapkan terima kasih.” Seketika para pengunjung bergegas mengantarkan buku kepada petugas untuk dipinjam. Sesaat kemudian langkah-langkah kaki terdengar menuruni anak tangga. Suara tadi sebagai penanda tutupnya perpustakaan. Kami pun beranjak dari perpustakaan itu. Lalu berjalan di bawah siluet perpustakaan yang terkena sinar matahari sore. (*)
Artikel ini merupakan hasil karya Festival Literasi 2022 Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Penulis: Dwi Filza Windani (SMAN 1 Kuantan Mudik)