Membangun Generasi Cerdas dan Sehat

Oleh: Andhika Wahyudiono
datariau.com
1.475 view
Membangun Generasi Cerdas dan Sehat
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Sebagai upaya nyata dalam memberikan perlindungan dan mendukung perkembangan generasi cerdas di Indonesia, pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Dalam hal ini, pemerintah telah menunjukkan perhatian khusus untuk menekan angka stunting, yang masih menjadi isu serius dalam kesehatan anak Indonesia.

Mengawali upaya untuk mewujudkan generasi cerdas, pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatawarta, menyatakan bahwa pembangunan dan kemajuan Indonesia sangat bergantung pada kualitas SDM yang tangguh dan produktif. Oleh karena itu, APBN dialokasikan untuk berbagai program yang mendukung kesejahteraan anak-anak.

APBN mengalokasikan anggaran besar untuk sektor kesehatan yang sangat terdampak pandemi, tetapi tidak mengabaikan sektor lain yang berhubungan dengan kebutuhan anak-anak. Misalnya, sektor pendidikan melalui Program Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah telah menerima alokasi anggaran yang signifikan. Pada 2023, program-program ini didukung dengan anggaran sebesar Rp12,8 triliun untuk 893 ribu mahasiswa. Selain itu, pemerintah juga memastikan akses pendidikan secara daring dengan mendistribusikan akses internet secara gratis kepada banyak siswa dan mahasiswa.

Dalam bidang kesehatan dan perlindungan anak, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung berbagai kementerian dan lembaga yang bertugas melindungi anak-anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) merupakan beberapa lembaga yang mendapatkan dukungan anggaran dari APBN untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan anak-anak.

Alokasi anggaran APBN untuk mendukung kesejahteraan anak di bidang kesehatan dan perlindungan meningkat dari Rp48,3 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp49,4 triliun pada tahun 2023. Peningkatan anggaran ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak Indonesia.

Meskipun pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang besar, salah satu isu serius yang masih dihadapi adalah angka stunting di Indonesia. Stunting adalah masalah kesehatan yang berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan Survei Status Gizi Nasional 2022, angka prevalensi stunting mencapai 21,6 persen. Presiden Joko Widodo menargetkan angka stunting mampu turun menjadi 14 persen pada tahun 2024. Untuk mencapai target ini, pemerintah terus memfokuskan upaya pada penurunan angka stunting melalui APBN.

APBN telah mengalokasikan anggaran khusus untuk percepatan penurunan angka stunting melalui tiga intervensi, yaitu intervensi spesifik, intervensi sensitif, dan intervensi dukungan. Intervensi ini melibatkan berbagai instansi dan lintas sektor untuk mencapai hasil yang maksimal. Total anggaran belanja pemerintah untuk mendukung percepatan penurunan stunting mencapai Rp30,4 triliun pada tahun 2023, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah ini dengan serius.

Namun, peran masyarakat, keluarga, dan pemerintah juga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang memadai bagi perkembangan anak-anak. Selain dukungan melalui APBN, masyarakat perlu memberikan perhatian pada aspek pendidikan yang berkualitas, akses ke layanan kesehatan yang memadai, lingkungan yang aman, serta perlindungan dari kekerasan. Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan target penurunan angka stunting dan pembangunan generasi cerdas dapat tercapai.

Isa Rachmatawarta berharap seluruh pihak yang terlibat dalam berbagai program APBN untuk anak-anak Indonesia dapat terus bekerja sama dan memanfaatkan anggaran tersebut dengan bijaksana. Ia juga mengingatkan anak-anak Indonesia untuk terus belajar dengan semangat yang tinggi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap negara, sehingga mereka nantinya menjadi generasi yang mampu membangun Indonesia lebih baik daripada generasi saat ini.

Komitmen dan kerja sama yang kuat dari semua pihak, pemerintah memiliki harapan besar bahwa upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan menekan angka stunting akan berbuah manis. Generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi diharapkan akan menjadi aset berharga bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Pentingnya peran generasi penerus yang berkualitas membuat pemerintah fokus pada alokasi anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung program-program penting bagi anak-anak. Dengan dukungan ini, Indonesia memiliki harapan besar untuk mewujudkan visi sebagai negara maju dan sejahtera.

Melalui pendekatan yang holistik, termasuk dukungan bagi sektor pendidikan dan kesehatan, diharapkan bahwa generasi anak-anak Indonesia akan menjadi unggul dan berprestasi di berbagai bidang. Semangat kolaborasi dan optimisme penuh mewarnai langkah-langkah pemerintah dalam menciptakan masa depan yang lebih gemilang bagi negara ini.

Komitmen yang kuat, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa, Indonesia akan dapat mengejar kemajuan dan kemakmuran yang lebih baik lagi. Keberhasilan ini akan menjadi bukti bahwa upaya bersama dalam mengembangkan SDM dan melindungi generasi penerus merupakan investasi berharga untuk masa depan bangsa. (***)

Penulis merupakan Dosen UNTAG Banyuwangi

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)