BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Desa Pambang Pesisir melaksanakan rangkaian kegiatan Sosialisasi Pentingnya Ekosistem Mangrove dan Penanaman Mangrove di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, pada 17-19 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa bersama pemerintah dan masyarakat terhadap kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus upaya memperkuat vegetasi alami dalam menghadapi ancaman abrasi di kawasan pesisir Selat Malaka.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada 17 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat mengenai pentingnya ekosistem mangrove, termasuk manfaatnya bagi lingkungan pesisir serta teknik penanaman dan pemilihan bibit yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Pasang Papan Nama Dusun, Permudah Akses Informasi di Desa Pambang Pesisir
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat mendapatkan materi mengenai pengenalan mangrove, manfaat mangrove bagi lingkungan pesisir, teknik penanaman, pemilihan bibit dan lokasi yang sesuai, perawatan, hingga peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.
Sosialisasi dinilai penting mengingat kegiatan penanaman mangrove yang sebelumnya dilakukan di Desa Pambang Pesisir mengalami kegagalan akibat sejumlah faktor, antara lain abrasi dan kurangnya monitoring setelah penanaman.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya bergantung pada jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dipengaruhi pemilihan jenis bibit, lokasi, teknik penanaman, serta perawatan dan pemantauan secara berkelanjutan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Sukses Demonstrasi Produk Hasil Perikanan Nugget dan Abon Ikan di Desa Pambang Pesisir
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyesuaikan jenis dan teknik penanaman dengan kondisi wilayah pesisir, khususnya kawasan pantai terbuka seperti pesisir Teluk Pambang.
Sosialisasi mendapat respons positif dari masyarakat. Warga turut aktif menanggapi materi yang disampaikan dan menunjukkan ketertarikan untuk terlibat langsung dalam kegiatan penanaman. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk orang dewasa dan anak-anak.
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove pada 18-19 Juli 2026 di kawasan Pantai Madani, Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasi Gemar Makan Ikan di SDN 5 Pambang Pesisir Bengkalis
Sebanyak 700 bibit mangrove yang terdiri dari jenis bakau dan api-api ditanam pada sejumlah titik pesisir yang dinilai rawan terhadap abrasi. Jenis mangrove yang digunakan antara lain Rhizophora dan Avicennia.
Penanaman difokuskan pada titik-titik pertahanan pantai yang kritis di sepanjang garis Pantai Madani. Vegetasi mangrove tersebut diharapkan dapat memperkuat sabuk hijau atau green belt sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko abrasi.
Kegiatan melibatkan mahasiswa KUKERTA UNRI, Pemerintah Kecamatan Bantan, Pemerintah Desa Pambang Pesisir, tokoh masyarakat, kelompok pengelola lokal, serta personel Bhabinkamtibmas Polsek Bantan.
Sekitar 30-50 peserta terlibat dalam kegiatan penanaman yang dilaksanakan secara gotong royong. Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa KUKERTA bersama pemerintah desa dan pihak Polsek Bantan melakukan koordinasi lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi dan pelaksanaan kegiatan.
Bibit mangrove kemudian dikondisikan dan didistribusikan ke kawasan pesisir berlumpur yang telah ditentukan. Para peserta selanjutnya menanam bibit secara manual dengan menancapkannya pada substrat lumpur pesisir yang berada di kawasan rawan gerusan ombak.
Pelaksanaan penanaman menghadapi tantangan berupa kondisi gelombang laut Selat Malaka yang dinamis serta karakteristik tanah pesisir yang mudah mengalami gerusan. Karena itu, kegiatan disesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Para peserta bekerja secara bersama-sama agar proses penanaman dapat berlangsung cepat dan bibit tertanam dengan kokoh sebelum air laut kembali pasang.
Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 700 bibit mangrove berhasil ditanam di kawasan pesisir Pantai Madani. Penanaman ini menjadi salah satu bentuk penghijauan dengan memanfaatkan vegetasi sebagai infrastruktur hijau alami untuk membantu memitigasi risiko abrasi.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dan respons positif dari masyarakat serta pemerintah setempat. Tokoh masyarakat dan pemerintah desa memberikan apresiasi karena kegiatan tidak hanya berorientasi pada penanaman bibit, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan dan monitoring.
Mahasiswa KUKERTA UNRI menilai keberlanjutan menjadi faktor penting dalam rehabilitasi mangrove. Bibit yang telah ditanam perlu dirawat dan dipantau secara berkala agar dapat tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.