SMM PANEL INDO

Mahasiswa Kukerta UNRI Sulap Limbah Tutup Botol Plastik Jadi Barang Bernilai di Kampung Sungai Selodang

datariau.com
128 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Sulap Limbah Tutup Botol Plastik Jadi Barang Bernilai di Kampung Sungai Selodang

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Kampung Sungai Selodang, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, menggelar kegiatan edukasi dan praktik pemanfaatan limbah tutup botol plastik menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai guna, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa Kukerta UNRI dalam mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui kegiatan kreatif, edukatif, dan produktif.

Mengangkat tema pemanfaatan tutup botol bekas menjadi barang bernilai, mahasiswa mengajarkan peserta membuat sejumlah kerajinan sederhana, di antaranya kalender dan gantungan kunci (ganci). Kegiatan ini sekaligus memberikan pemahaman bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme di Kampung Sungai Selodang


Kegiatan diawali dengan penyampaian edukasi mengenai permasalahan sampah plastik serta pentingnya penerapan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa Kukerta menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang limbah menjadi produk baru.

"Tutup botol merupakan salah satu jenis sampah plastik yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa tutup botol bekas tidak harus langsung dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan yang menarik dan bermanfaat," ujar mahasiswa Kukerta Universitas Riau.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Warga Sangkir Indah Olah Jeruk Gugur Jadi Eco Enzyme


Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kalender menggunakan tutup botol bekas. Tutup botol yang sebelumnya telah dikumpulkan dan dibersihkan kemudian disusun pada papan sesuai dengan susunan angka dan bulan.

Tidak hanya berfungsi sebagai barang yang dapat digunakan sehari-hari, kalender tersebut juga dirancang sebagai media edukatif bagi anak-anak. Melalui proses pembuatannya, peserta dapat belajar mengenal angka, tanggal, bulan, sekaligus memahami konsep penanggalan dengan cara yang menyenangkan.

Masyarakat dan anak-anak Kampung Sungai Selodang terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Peserta diberikan kesempatan untuk menyusun dan menempelkan tutup botol pada media yang telah disiapkan dengan didampingi mahasiswa Kukerta.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Pelatihan Pembuatan Bio-Briket, Dorong Pemanfaatan Limbah Biomassa Jadi Energi Alternatif


Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh kreativitas. Mahasiswa tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi peserta secara langsung sehingga proses pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami.

Selain kalender, mahasiswa Kukerta juga mengajarkan cara memanfaatkan tutup botol bekas menjadi gantungan kunci. Tutup botol dihias dan dipadukan dengan pengait serta sejumlah bahan pendukung lainnya sehingga menghasilkan kerajinan sederhana yang dapat digunakan sebagai aksesori sehari-hari.

Praktik tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dan anak-anak dalam memanfaatkan barang bekas. Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan sampah, tetapi juga memiliki keterampilan sederhana yang dapat diterapkan kembali di rumah.

Mahasiswa Kukerta turut menjelaskan bahwa tutup botol plastik masih dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerajinan lainnya. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, limbah tersebut berpotensi menjadi produk yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Kegiatan ini juga membuka wawasan masyarakat bahwa pengelolaan sampah tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit. Pemanfaatan barang bekas melalui kegiatan kerajinan dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi volume sampah plastik di lingkungan.

Selain memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, pemanfaatan limbah menjadi produk kerajinan juga berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan produktif. Produk seperti gantungan kunci maupun kerajinan lainnya dapat dikembangkan menjadi cendera mata atau barang bernilai jual apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta UNRI berharap masyarakat Kampung Sungai Selodang semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah secara bijak.

Pemanfaatan tutup botol bekas menjadi kalender dan gantungan kunci diharapkan dapat menjadi contoh sederhana bahwa upaya mengurangi sampah plastik dapat dilakukan melalui kreativitas, keterampilan, dan pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak terpakai.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)