DUMAI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta Bangun Kampung Universitas Riau di Kelurahan Rimba Sekampung melakukan sosialisasi pembuatan sabun cuci piring bersama ibu PKK dan perangkat kelurahan di Kantor Lurah Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai, Kamis (27/7/2023) silam.
Sosialisasi ini merupakan bentuk inovasi dari dua orang mahasiswi yaitu Nurul Hidayah dan Nora Julianti selaku penanggung jawab kegiatan. Mereka merupakan Mahasiswi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau.
Sabun cuci piring merupakan sebuah komoditas yang tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan rumah tangga saat ini. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa intensitas pemakaian sabun cuci piring dalam kehidupan sehari-hari terbilang rutin dikonsumsi.
Hal ini dikarenakan fungsi utama dari sabun yaitu untuk membersihkan atau mengangkat kotoran yang menempel pada sebuah permukaan seperti pada peralatan memasak. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pengeluaran rutin bagi Ibu rumah tangga tiap bulannya sebagian dialokasikan untuk pembelian sabun cuci piring.
Nurul, salah satu anggota Tim Kukerta mengatakan bahwa dengan adanya sosialisasi pembuatan sabun cuci piring cair diharapkan bisa menghemat pengeluaran bulanan rumah tangga dan bisa sebagai alternatif dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat yang ingin berwirausaha atau sebagai kerja sampingan. Mengingat bahan-bahan yang digunakan mudah didapat, alat-alat yang digunakan juga sederhana, dan langkah kerja yang dilakukan juga terbilang mudah.
“Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun cuci piring yaitu texapon (untuk mengangkat kotoran atau lemak yang menempel di sebuah permukaan), Sodium Lauryl Sulfate (sebagai foaming agent), garam Natrium Klorida (sebagai pengental), Etylen Diamin Tetra Asetat (sebagai pengawet sabun), essence jeruk (sebagai pewangi), pewarna hijau (sebagai pewarna), dan air galon (sebagai pelarut),” ujar Nora.
Proses pembuatan sabun cuci piring cair sangat mudah. Semua alat dan bahan disiapkan. Langkah awal yaitu melarutkan texapon dalam ember A, melarutkan garam Natrium Klorida (NaCl) di dalam ember B, dan melarutkan Etylen Diamin Tetra Asetate (EDTA) di dalam ember C. Setelah ketiga bahan larut semua, garam NaCl dan EDTA dimasukkan ke dalam ember A.
Semua bahan diaduk hingga tercampur merata. Essence jeruk dan pewarna hijau dimasukkan ke dalam ember A dan diaduk hingga tercampur merata. Wadah sabun cuci piring ditutup menggunakan plastik besar atau bisa menggunakan alternatif lain dan didiamkan selama 12 jam agar busa dalam sabun mengendap dan berbentuk cairan kental seperti sabun cuci piring pada umumnya. Setelah 12 jam, sabun cuci piring bisa digunakan dan sudah bisa dikemas dalam botol dan diberi label Kukerta UNRI 2023 Kelurahan Rimba Sekampung.
“Adanya sosialisasi ini sangat membantu Ibu-Ibu PKK dalam menghemat pengeluaran bulanan karena sabun cuci piring yang dibuat mendapatkan hasil yang banyak yaitu 15 Liter,” ujar Lilis selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial.
Roslaily SSos selaku Lurah Rimba Sekampung mengucapkan terima kasih banyak atas kegiatan positif yang dilakukan oleh Tim Kukerta UNRI. Kegiatan ini memberikan inspirasi khususnya Ibu Rumah Tangga dalam menghemat pengeluaran bulanannya.
Hasil sabun cuci piring cair yang telah dibuat sebelumnya dibagikan kepada Ibu-Ibu PKK dan kantor kelurahan sebagai kenang-kenangan. (*)